Tarbiyah Award: Workshop Media Pembelajaran Berbahan Limbah

Tarbiyah Award: Workshop Media Pembelajaran Berbahan Limbah

IAIN Parepare— Setelah penganugerahan penghargaan kepada sejumlah guru honorer berdedikasi, penganugerahan terhadap alumni Tarbiyah IAIN Parepare, penganugerahan TPA (Taman Pendidikan Anak) se-kota Parepare dan penganugerahan mahasiswa berprestasi akademik pada pembukaan kuliah strata (S1) IAIN Parepare, panitia Tarbiyah Award 2018 kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Tarbiyah Award yakni workshop desain media pembelajaran berbahan limbah (09/10).

Pelaksanaan workshop dilaksanakan di gedung Auditorium IAIN Parepare, dirangkaikan dengan presentasi dari beberapa tim yang masuk dalam kategori tiga besar pada lomba desain media pembelajaran  berbahan dasar limbah. Dari tiga tim tersebut, tim dari IAIN Bone berhasil meraih juara 1, disusul juara 2 dari tim IAIN Palopo dan juara 3 dari tim IAIN Parepare.

Foto: Tim IAIN Bone saat presentasi

Hadir sebagai pemateri dalam workhshop tersebut, Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T (Ketua Prodi S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pascasarjana UNM), Dr. Ali Halidin, M. Pd. I (Dosen IAIN Parepare) dan Mustadirham, S. Pd (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare).

Tema workshop: Selamatkan Lingkungan dengan Kreativitasmu

Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare, Bahtiar mengungkapkan pelaksanaan Tarbiyah Award merupakan yang ke delepan dan senantiasa dilakukan pengembangan. ”Kegiatan Tarbiyah Award yang ke delapan ini disamping mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa, ini juga adalah penguatan kekeluargaan kita,” ungkapnya.
Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya delegasi tim dan dosen pendamping dari IAIN Bone dan IAIN Palopo yang dapat memperkuat silaturahmi antar perguruan tinggi.


Kegiatan Workshop dibuka langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Djunaidi.
Wakil Rektor I, melihat adanya perbedaan jika tenaga pendidik menggunakan media pembelajaran. “Dalam sebuah proses pembelajaran antara menggunakan media dengan tidak menggunakan media, tingkat ketahanannya jauh berbeda. Outputnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran,” jelas Wakil Rektor I, Muhammad Djunaidi sebelum membuka kegiatan.

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *