Berjibaku Raih Predikat Unggul, Pandemi Bukan Penghalang Tim Akreditasi

IAIN Parepare – Walau pandemi telah mengubah situasi kerja pada semua instansi pemerintahan dan swasta, namun tim akreditasi IAIN Parepare terus berjibaku mempersiapkan dan melaksanakan akreditasi di tengah pandemi. Work from office/ home (WFO/WFH) tidak menjadi penghalang bagi tim akreditasi IAIN Parepare dalam meningkatkan mutu lembaga melalui proses akreditasi institusi dan program studi. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Sitti Jamilah Amin melalui rapat akreditasi secara daring, Selasa (23/6/2020) memberikan paparan capaian akreditasi tersebut.
Sitti Jamilah Amin menuturkan bahwa perolehan nilai reakreditasi Perguruan Tinggi dengan nilai B. “Adapun capaian pada program studi, yakni akreditasi Akhwaluhsyasiah B, Bahasa dan Sastra Arab, Pengembangan Masyarakat Islam, Manajemen Zakat Wakaf, Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam semua memperoleh nilai baik. Program studi yang telah dalam proses akreditasi meliputi pascasarjana Prodi Ekonomi Syariah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam,” papar Sitti Jamilah.

Peserta rapat gabungan


Lebih lanjut, Sitti Jamilah Amin menjelaskan beberapa program studi yang tengah melakukan persiapan pada masing-masing fakultas, antara lain Fakultas Tarbiyah dengan reakreditasi Program Studi Tadris Bahasa Arab dan Tadris Bahasa Inggris, serta seluruh program studi baru. Persiapan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, meliputi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Pariwisata Syariah, Managemen Keuangan, Akuntansi Syariah, sedangkan pada FUAD, yaitu program studi Sosiologi Agama dan Jurnalistik Islam.
Rapat yang diikuti oleh Rektor, Para Wakil Rektor, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua LPM, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Tim Zona Akreditasi, Dekan Fakultas, Wakil Dekan, serta Ketua Program studi lingkup IAIN Parepare.
Kepala Pusat Akreditasi LPM Islamul Haq dalam wawancara melalui WhatsApp menyampaikan harapannya kepada tim akreditasi prodi yang sedang menyiapkan proses akreditasi di masa pandemi agar seluruh persiapan harus diadaptasi dengan teknologi digital. “Kita harus digitalilasasi dokumen di masa pandemi, tidak lagi secara manual. Alhamdulillah, kita sudah punya aplikasi akreditasi cloud (google drive) yang bisa dimaksimalkan, kalau semua aplikasi ini kita maksimalkan dan semua unit juga melakukan digitalisasi dokumen,” tuturnya. “Saya kira borang di masa pandemi ini bukan lagi masalah, karena semua data yang akan dituliskan di borang sudah bisa langsung diakses. Meski demikian, tantangan asesmen lapangan secara daring harus disiasati oleh tim fakultas, di mana harus memiliki yang kuat termasuk tim kreatif karena termasuk video profil sarana dan prasarana (sarpras) dan lain-lain harus ditampilkan secara audio visual, ketika asesmen lapangan,” tutup Islamul Haq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *