Bersama Dirjen Pendis Rektor IAIN Parepare Hadiri Seminar Nasional dan Peresmian gedung STAIN Majene

Bersama Dirjen Pendis Rektor IAIN Parepare Hadiri Seminar Nasional dan Peresmian gedung STAIN Majene

IAINParepare–STAIN Majene menggelar Peresmian Gedung SBSN yang ditandai dengan penandatanganan parasasti dirangkaikan Seminar dengan tema “Transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Era New Normal”. Event Seminar berskala Nasional dengan narasumber Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S. TP, MT, dan Kepala Dinas Pendidikan Sulbar Prof. Dr. Gufran Darma Dirawan, M. EMD. Pada Jum’at (12/3/2021)
Hadir Pula bersama rombongan Dirjen Pendis Rektor IAIN Parepare Dr.Ahmad S Rustan,M.Si bersama Wakil rektor bidang APK Dr.Sitti Jamilah Amin, wakil direktur pascasarjana dan ketua prodi Sejarah Peradaban Islam. serta Turut hadir Rektor IAIN Palopo, Rektor PTKIS se Sulbar, Ketua STAIN serta mantan Ketua STAIN Majene yang pertama.

Ali Ramdhani pada orasi Ilmiahnya menyampaikan pentingnya perguruan tinggi keagamaan Islam mempertegas eksistensinya di masyarakat. “Bukanlah yang paling penting dipikirkan terkait transformasi STAIN menjadi IAIN atau UIN, tetapi yang terpenting adalah ketika perguruan tinggi mampu mempertahankan eksistensinya di dalam dunia yang serba turbulensi ini” ungkap dirjen pendis.

Ali Ramdhani memberikan contoh Ketika google, amazone coorporatian atau lembaga lainnya mengeluarkan lowongan kerja dan mereka tidak memerlukan ijazah tetapi hanya orang orang yang memiliki kompetensi dan jika kompetensi ini hanya diukur oleh secarik kertas maka mereka hanya perlu lembaga sertifikasi sehingga hal ini akan menafikan peran perguruan tinggi.

Oleh karena itu dalam transformasi perguruan tinggi, jika kebutuhannya adalah lembaga sertifikasi maka setiap perguruan tinggi juga wajib memiliki sertifikasi profesi.

Di akhir orasinya Ramdhani menyampaikan bahwa semua proses transformasi akan berjalan baik manakala kita mampu membaca masa depan baik. “Bacaan kita terhadap masa depan, maka perlu menghadirkan perguruan tinggi yang bertransformasi pada ruang sertifikasi sehingga lembaga sertifikasi itu menjadi penting dan menciptakan proses pembelajaran yang adaptif terhadap setiap perkembangan zaman”.

Ahmad S.Rustan menilai kegiatan seminar ini sangat memberikan pencerahan tentang arah pengelolaan perguruan tinggi. Dituturkan pula terkait upaya STAIN Majene sebagai salah satu PTKIN yang masih baru namun memiliki kemajuan yang sangat pesat apalagi kuatnya dukungan pemda dan pemprov yang sangat luar biasa. “Mereka memberikan perhatian khusus pada STAIN Majene selama ini sehingga sangat progresif dan berpeluang menjadi salah satu perguruan tinggi besar di Sulbar,” ungkap ahmad. (Aen/hak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *