Dialog Mahasiswa dengan Pimpinan Fakultas, Berikut Poin-poin Bahasannya

Humas IAIN Parepare — Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah menggelar dialog dengan segenap pimpinan Fakultas Tarbiyah di Teras Empang Resto, Kamis, 15/10/2020. Dialog ini dihadiri hampir semua elemen mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang terdiri dari pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas, pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari 7 HPMS yang ada.

Dari unsur pimpinan fakultas, hadir Dekan Fakultas Tarbiyah, Saefudin, Wakil Dekan I, Muh. Dahlan, Wakil Dekan II, Muh. Akib, Ketua Prodi PBI, Mujahidah, Ketua Prodi PAI, Rustam Efendi, Ketua Prodi Tadris IPS, Ahdar, Ketua Prodi Tadris Matematika, Buhaerah dan Kasubbag Akademik Kemahasiswaan dan Alumni (AKA), Muhammad Arsyad.

Dialog berlangsung cukup dinamis, menarik dan produktif. Pengurus lembaga kemahasiswaan dari semua perwakilan diberikan kesempatan menyampaikan gagasan dan unek-uneknya. Mereka bukan hanya menyampaikan keluhannya, tetapi juga menyampaikan sederet gagasan cemerlang untuk pengembangan Fakultas Tarbiyah, bahkan memikirkan kebutuhan akreditasi program studi. Secara bergilir, semua perwakilan organisasi mahasiswa memperoleh kesempatan menyampaikan pendapat.

“Kami telah menyepakati pada tingkat pengurus untuk membawa tiga isu utama dalam forum dialog ini,” kata Firman, Ketua bidang SEMA yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.  Ketiga isu itu adalah masalah akreditasi, penegakan kode etik, dan pengembangan budaya akademik mahasiswa.  Menurutnya, ketiga isu ini menjadi concern pengurus SEMA karena dinilai menjadi faktor yang cukup berpengaruh dalam pegembangan kualitas fakultas Tarbiyah pada masa datang.

Ketua SEMA, Askari Rizaldi secara spesifik menguraikan beberapa gagasannya terkait pengembangan Fakultas. “Kami mengusulkan kepada pimpinan fakultas, agar menyediakan ruang (space) kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik, minat, dan bakat minat yang dimilikinya. Pimpinan juga perlu memikirkan adanya pusat-pusat diskusi mahasiswa, misalnya taman-taman baca, perpustakaan mini, kantin, gazebo, atau semacamnya. Tempat seperti ini penting bagi mahasiswa untuk menciptakan nuansa akademik di lingkungan fakultas Tarbiyah,” kata Ketua DEMA.

Merespon gagasan dan unek-unek mahasiswa, secara bergiliran pimpinan fakultas memberikan tanggapannya. Secara khusus, Ketua Prodi PAI, Rustam Efendi menyatakan komitmetnya untuk membangun khazanah intelektual mahasiswa. “Saya berjanji akan mendorong dan membantu terciptanya budaya intelektual mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa PAI. Salah satu strateginya, memfasilitasi mahasiswa untuk membuat karya tulis ilmiah,” paparnya. “Setidaknya, saya akan meminta mahasiswa untuk membuat karya ilmiah dalam bentuk buku dari setiap mata kuliah yang saya ajarkan,” tambahnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Tarbiyah, Saefudin yang mengawali acara tersebut dengan sambutan memberikan banyak pesan-pesan kepada mahasiswa. “Jadilah aktivis mahasiswa yang seutuhnya,” paparnya. Aktivis seutuhnya menurut Saefudin adalah mahasiswa yang aktif berorganisasi sekaligus berprestasi secara akademik. “Janganlah mencapai gelar M.A., yaitu Mahasiswa Abadi, tetapi raihlah gelar M.Sc, yaitu Mahasiswa Selesai Cepat,” tuturnya kepada mahasiswa.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *