Enam “Srikandi” Rektor PTKIN Bicara Pendidikan Generasi Milenial

Enam “Srikandi” Rektor PTKIN Bicara Pendidikan Generasi Milenial

Humas IAIN Parepare — Pasca pembukaan acara AICIS yang berakhir pukul 21.10 wita, Senin, 1/10/2019. Agenda berlanjut dengan sesi diskusi. Kegiatan diskusi pertama ini menampilkan enam Rektor / Ketua PTKIN, yang kesemuanya “srikandi” perempuan hebat Indonesia.

Keenam Rektor/ Ketua PTKIN ini adalah 1) Prof. Hj. Amany Lubis (UIN Syarif Hidayatullah); 2) Prof. Faizah Binti Awad (IAIN Kendari); 3) Dr. S. Maryam Yusuf (IAIN Ponorogo); 4) Dr. Inayatillah (STAIN Meulaboh); 5) Dr. Ridha Ahida (IAIN Bukittinggi), dan 6) Dr. Enizar (IAIN Metro).

Diskusi sesi pertama ini, dipandu langsung oleh Director of Islamic Higher Education, Prof. Arskal Salim GP. Tema diskusinya tetang Islamic Higher Education (IHES)’s Response to the of Disruption. Arskal Salim meminta para narasumber untuk merespon pendidikan generasi milineal di era disrupsi sesuai dengan persoalan aktual yang mereka hadapi di kampusnya masing-masing.

Prof. Faizah Binti Award, Rektor IAIN Kendari memperoleh kesempatan pertama. Rektor yang sempat viral karena memecat mahasiswanya yang terpapar paham radikal ini mengungkapkan pentingnya membangun komunikasi yang tulus dengan mahasiswa. Pendekatan bimbingan konseling yang diterapkan selama ini sangat membatunya dalam mendorong dan memotivasi mahasiswa.

Sementara Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Amany Lubis mengemukakan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi mahasiswa pada era digital ini adalah masalah etos belajar yang rendah. Gejala ini ditemui pada semua perguruan tinggi, tempatnya mengajar. Menghadapi masalah ini, Prof. Amany mendorong dan memotivasi mahasiswanya dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif.

Prof. Amany menawarkan pembelajaran internasional yang menurutnya menarik bagi mahasiswa. Dalam pembelajarannya, Rektor UIN Syarif Hidayatullah mengajak mahasiswanya berselancar di dunia internasional. Pendekatan sangat efektif dalam meningkatkan dan ketertarikan mahasiswa untuk lebih mengetahui perkembangan dunia internasional.

Pembaca ketiga diserahkan kepada Rektor IAIN Bukittinggi, Dr. Ridha Ahida. Rektor ini, juga pernah viral pada tahun 2018 ketika memecat dosennya karena masalah indisipliner. Dalam pandangannya, disetiap perguruan tinggi harus menegakkan kodek etiknya. Penegakan disiplin sangat penting dalam membangun sebuah perguruan tinggi.

Sebelum berlanjut ke narasumber keempat, Prof. Arskal selaku host diskusi membuka sesi tanggapan dari partisipan. Ada beberapa Rektor, Wakil Rektor, dosen dan peserta lainnya yang memperoleh kesempatan untuk memberi tanggapan terhadap isu yang sedang didiskusikan. Diskusi ini berjalan menarik dan alot dengan beragamannya pandangan yang disampaikan para peserta dan narasumber.

Andi Bahcri, Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Parepare mengaku tertarik dengan gagasan yang dikemukakan para narasumber dan para penanggap. Menurutnya pembelajaran generasi milenia perlu pendekatan yang holistik dengan berbagai karakter zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *