FUAD Gelar Temu Mahasiswa Dakwah se- Nusantara

FUAD Gelar Temu Mahasiswa Dakwah se- Nusantara

Humas IAIN Parepare — Dua Program Studi pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), yaitu Prodi Manajemen Dakwah Islam dan Bimbingan dan Konseling Islam melakukan kolaborasi. Keduanya menggelar kegiatan Temu Mahasiswa Dakwah se- Nusantara.

Kegiatan berlevel nasional ini diikuti mahasiswa Dakwah dari beberapa PTKIN se- Indonesia. Diantara PTKIN yang hadir dalam acara pembukaan kegiatan tersebut adalah UIN Sumatra Utara, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, UIN Alauddin Makassar, IAIN Palopo, IAIN Samarinda dan IAIN Pontianak.

Kegitan Temu Mahasiswa Dakwah se- Nusantara ini dibuka secara resmil oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) di Gedung Seni Budaya IAIN Parepare, Rabu, 26/11/2019. Dekan FUAD, KH. Abdul Halim K., dalam sambutannya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia dan penyelenggara kegiatan.

Menurut KH. Abdul Halim K., kegiatan Temu Mahasiswa se- Nusantara yang menghadirkan peserta dari luar Sulawesi merupakan momentum strategis, khususnya bagi kegiatan dakwah Islamiyah di Indonesia. “Kita harus mengusung dakwah Islamiyah berdasarkan tuntunan dan strategi dakwah yang dijalankan pada masa Rasulullah Saw. Ajaran-ajaran Islam yang Rahmatan lil alamin harus mewarnai dakwah di seluruh nusantara,” papar KH. Abdul Halim K., yang juga menjabat sebagai Ketua MUI kota Parepare.

Sementara Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Haramain selaku penyelenggara kegiatan, mengatakan dalam konfirmasinya bahwa ide kegiatan Temu Mahasiswa Dakwah (TMD) Se-Nusantara yang dilaksanakan perdana di IAIN Parepare, adalah untuk memperkenalkan komitmen dakwah yang moderat, menyejukkan dan berbingkai nilai-nilai kebangsaan.

“Sebagaimana visi IAIN Parepare yaitu akulturasi Islam dan budaya. Maka kegiatan ini fokus kepada desiminasi nilai-nilai Islam dan budaya lokal sebagai tonggak manifestasi wawasan Islam Nusantara. Selain itu, kegiatan ini bwrtujuan untuk memperkenalkan kampus IAIN Parepare sebagai kampus akulturasi Islam dan budaya di Indonesia”, ulas Haramain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *