Kemampuan Adaptasi Kunci Sukses Nurfadhilah Raih Gelar Doktor

Kemampuan Adaptasi Kunci Sukses Nurfadhilah Raih Gelar Doktor

IAIN Parepare— Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan Nurfadhilah atas capaiannya dalam meraih gelar Doktor pada program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Pasalnya, saat sedang menyelesaikan disertasi beberapa kendala sempat menghambat penyelesaiannya. Seperti, adanya pandemic Covid-19 yang berdampak pada mekanisme konsultasi yang berbeda dari sebelumnya.

“Awalnya saya bisa konsultasi langsung dengan copromotor saya, akhirnya tiba-tiba harus berkonsultasi secara daring. Sebuah hal baru, tiba-tiba terjadi seperti itu dan saya harus bisa beradaptasi dengan cara konsultasi dari yang biasanya. Segala sesuatunya dilakukan secara daring mulai dari konsultasi promotor dan copromotor, tanda tangan perbaikan, persetujuan perbaikan, seminar hasil dan ujian tutup semua dilakukan secara daring,” jelasnya.

Selain itu, fokusnya juga sempat teralihkan beberapa bulan setelah berhasil dinyatakan lolos pada Seleksi Penerimaan Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2019 yang ditempatkan pada satuan kerja IAIN Parepare.

“Ketika saya sudah melaksanakan seminar proposal waktu awal tahun 2019 tepatnya di bulan Januari. Setelah seminar itu, pada dua bulan kemudian saya dinyatakan lulus menjadi CPNS IAIN Parepare dan sudah harus memulai masuk mengabdi pada bulan 3 tahun 2019. Sejak saat itu, tiba-tiba yang berhubungan dengan disertasi saya sedikit terbengkalai, karena saya mulai memasuki dunia baru dan mulai beradaptasi dengan tempat kerja baru di IAIN Parepare,” ungkap wanita kelahiran kota Parepare ini yang pendidikannya mulai S1, S2, dan S3 mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran.

Nurfadhilah salah satu dosen pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam FEBI IAIN Parepare, melakukan penelitian disertasi dengan judul Pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra, Customer Relationship Management terhadap Loyalitas Pasien Rawat Inap dengan Kepuasan Pasien sebagai Variabel Intervening pada RSUD se-Ajatappareng.

Menurutnya, responden yang diteliti menentukan tingkat kepuasannya berdasarkan apa yang mereka alami dan dirasakan secara langsung. Tingkat kepuasan mereka dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang bersentuhan langsung dengan mereka, baik dari segi pelayanan yang mereka terima maupun dari segi kemudahan administrasi yang mereka rasakan ketika menjalani perawatan pada sebuah rumah sakit. Kepuasan mereka dapat membuat mereka loyal terhadap rumah sakit tempat mereka berobat. (Hq/hyn/mif)

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *