Mahasiswa Syariah Menjadi Panutan Hukum bagi Masyarakat

Mahasiswa Syariah Menjadi Panutan Hukum bagi Masyarakat

Humas IAIN Parepare — Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (baca: HMJ) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menggelar kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi dirangkaikan dengan Lomba Orasi Ilmiah yang akan berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 15 – 17 Juli 2019. Kegiatan ini dibuka secara resmi Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare, Dr. Muliaty, M. Ag. yang berlangsung pagi tadi, Senin, 15 Juli di gedung Aula Serbaguna IAIN Parepare.
Dalam sambutannya, Muliaty selaku Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa atas prakarsanya menggelar kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi serta Lomba Orasi Ilmiah. Menurut Muliaty, kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang akan melakukan kegiatan praktek lapangan dan juga akan menjadi bekal ketika sudah kembali di tengah-tengah masyarakat untuk mengabdi.

“Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan hukum, karena kalian adalah panutan hukum bagi masyarakat,” ujar Muliaty dalam sambutannya. “Mahasiswa syariah harus mampu mempraktekkan ilmu hukumnya di tengah-tengah masyarakat sebagai panutan agar mereka (masyarakat) juga patuh dan taat terhadap hukum. Kalian harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan segala ketentuan dan peraturan hukum yang berlaku” urai Muliaty.

“Tidak ada peristiwa dalam kehidupan manusia yang tidak terkait dengan hukum. Maka selaku mahasiswa Syariah, seharusnya kita menjadi sumber inspirasi dan panutan hukum. Orang yang paham dan memiliki pengetahuan hukum maka akan cenderung berperilaku baik karena segala tindakannya mengacu pada ketentuan hukum. Di tengah-tengah masyarakat, orang Syariah harus menjadi punutan dalam menegakkan hukum, bukan justru sebaliknya,” urai Dekan.

Selain itu, Doktor bidang pemikiran Islam ini, juga mengingatkan bahwa mahasiswa syariah merupakan tameng/benteng utama dalam menegakkan Pancasila, NKRI dan persatuan bangsa. “Saat ini, bangsa dan negara kita tengah menghadapi rongrongan dari luar yang mengancam eksistensi Pancasila dan NKRI. Oleh karenanya, saya meminta anak-anakku mahasiswa Syariah, jadilah benteng atas kedaulatan bangsa dan negara. Kita adalah orang hukum dan harus menjaga negeri ini sebagai negara hukum,” kunci Muliaty.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Dekan berpesan kepada pengurus, panitia pelaksana dan peserta kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi yang berlangsung selama 3 hari ini, agar mengedepankan kode etik mahasiswa selama kegiatan. “Anak-anakku harus mengedepankan kode etik selama kegiatan ini berlangsung, khusus etika dalam pergaulan dan berpakaian. Jangan sekali-kali melanggar kode etik tersebut, karena itu lah pijakan kita bersama. Saya berjanji, akan memantau langsung kegiatan ini. Jika memungkinkan, saya akan jalan-jalan kembali ke sini,” tegas Dekan dihadapan peserta.

Sementara itu, Ketua Dema (HMJ) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Ahmad Rikardi dalam laporannya menyampaikan, selain mengadakan kegiatan Sekolah Hukum dan Advokat, panitia pelaksana juga menggelar lomba orasi ilmiah. Lomba ini akan menjadi ajang seleksi yang akan menentukan siapa yang akan mewakili Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare di level nasional. Lomba Orasi Ilmiah Tingkat Nasional, rencananya akan di gelar di IAIN Sultan Amay Gorongtalo beberapa bulan yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *