Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Parepare Juara 2 Mapcom 2020 se-Indonesia

Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Parepare Juara 2 Mapcom 2020 se-Indonesia

IAIN Parepare– Abdul Wahab A, Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Parepare berhasil juara 2 dalam kegiatan Mathematics Paper Competition 2020 tingkat Mahasiswa se-Indonesia yang dilaksanakan oleh Prodi  Tadris Matematika IAIN Kediri selama 6 hari (31 Oktober – 05 November 2020).

Abdul Wahab berhasil menyingkirkan sekitar 49 tim lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. Dengan bobot penilaian yang didominasi oleh kualitas paper yang disatukan dengan penilaian presentasi.  Ada beberapa penilaian dari setiap paper, diantaranya soal orisinalitas ide, tingkat inovasi yang ditawarkan, isi dari ide, dan apakah ide tersebut bisa diterapkan atau tidak.

Dalam paper tersebut, Abdul Wahab dari Program Studi Tadris Matematika menawarkan ide soal mencari metode terbaik pada penyelesaian kasus model transportasi (kasus meminimalisasi biaya pendistribusian dengan menentukan pola alokasi dari beberapa sumber ke beberapa tujuan) yaitu dengan metode Nort West Corner,  Least Cost, dan Voge Approximation.

“Secara konsep materi berangkat dari penelitian penelitian sebelumnya pada penerapan model transportasi, pada metode layak dasarnya, ada yang menggunakan Nort west Corner, Least Cost, dan ada juga Vogel aproxsimation yang memberikan hasil yang bebeda. Pada penelitian relevan yang ada sebelumnya, ada yang meneliti perbandingan Nort West Corner dan Least Cost tapi hanya disajikan perbandingan solusinya saja.  Saya mencoba membandingkan ketiga tiga metode layak dasar itu bukan hanya pada solusi yang dihasilkan tetapi juga proses penyelesaiannya (iterasi perhitungannya),” jelas Wahab.

Keberhasilan Abdul Wahab menjuarai kompetisi ini tidak terlepas dari strategi Prodi Tadris Matematika dalam menyiapkan mahasiswa mengikuti lomba-lomba nasional, dimana Buhaerah selaku Kaprodi telah membuat Tim pembinaan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari Buhaerah selaku ketua tim, Zulfiqar Busrah dan Andi Aras selaku pembina. Hal ini juga tidak terlepas dari peran dosen tadris matematika di dalam proses perkuliahan yang berbasis riset sehingga output perkuliahan adalah artikel bukan tes  yang hanya beriorientasi pada pengetahuan saja.

Paper-paper yang dihasilkan mahasiswa dalam proses perkuliahan diseleksi oleh tim pemibinaan mahasiswa berprestasi, yakni Buhaerah, Zulfiqar Busrah, dan Andi Aras. Dari hasil seleksi, paper terbaik direkomendasikan untuk dikirim dalam mengikuti lomba,”  ungkap Buhaerah

“Semoga di masa akan datang kami bisa lebih memaksimalkan diri untuk mendukung mahasiswa berkompetisi pada ajang yg lebih bergensi yaitu pada tingkat internasional Insya Allah,” harapnya. (Aras/Mif)

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *