Opini: Hikmah Isra’ Mi’raj (Pesan Rasulullah SAW)

Opini: Hikmah Isra’ Mi’raj (Pesan Rasulullah SAW)

Penulis : A. Rio Makkulau Wahyu (Dosen IAIN Parepare)

OPINI— Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah …“(Al-Ahzab/33: 21)”. Tulisan ini diawali dengan kutipan ayat al-Qur’an di atas menggambarkan bahwa Rasulullah saw adalah manusia pilihan yang memiliki sifat dan akhlak yang terpuji yang sepatutnya kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagai bentuk manusia pilihan yang Allah tunjukan dalam kemukjizatan Rasulullah saw melalui peristiwa isra’ mi’raj.

Kejadian isra’ mi’raj yang dialami Rasulullah memang sangatlah menakjubkan, sehingga pikiran manusia pada saat itu tidak bisa menjangkaunya, karena proses tersebut ditempuh semalam ternyata bisa menerobos sampai ke Shidrotul Muntaha dengan kecepatan yang tiada bandingannya. Dengan peristiwa yang menakjubkan ini kita sebagai orang yang beriman tentunya percaya dengan sedalam-dalamnya, bahwa hal itu benar-benar dialami Rasul kita dalam waktu yang begitu singkat.
Rasulullah saw diisra’kan oleh Allah dengan roh dan jasadnya dalam suasana kesadaran bukan dalam mimpi beliau, dari Masjidil Haram yang saat ini Mekkah menuju ke Masjidil Aqsha yang saat ini dikenal dengan Palestina, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke atas langit atau mi’raj sehingga sampailah di Sidratul Muntaha, suatu tempat yang tidak pernah dan tidak sekali-kali akan dapat dicapai oleh siapapun juga dengan memakan waktu hanya semalam saja. Dari tempat inilah Rasulullah mendapat sebuah hadiah langsung dari Allah berupa shalat 5 waktu, jadi sepatutnya kita bersyukur dan berbangga diberi hadiah langsung oleh Allah, bukankah jika Presiden sebagai pemimpin negara kita sendiri memberikan sebuah hadiah kepada kita, maka akan ada rasa kebanggaan dan kehormatan tersendiri, apalagi jika Allah sebagai pemimpin dan pencipta alam semesta ini yang langsung memberikan hadiah berupa salat kepada hambanya, mengapa mesti masih banyak yang melupakan dan lalai dari hal tersebut, bukankah kita sangat senang saat diberi hadiah, terlebih lagi hadiah ini setiap hari kita dapatkan.

Kembali ke peristiwa isra’ mi’raj dimana jarak yang ditempuh antara Mekah ke Palestina pada waktu itu beratus-ratus mil yang memakan waktu kurang lebih 1 bulan dengan hanya menggunakan kendaraan yang ada pada saat itu, yakni unta.

Peristiwa yang dialami Rasulullah membuat beberapa ummatnya menganggap beliau sebagai orang gila yang akalnya sudah berubah dengan alasan mereka tidak percaya hal tersebut, untunglah ada juga yang menyakini dan percaya atas kejadian yang dialami Rasulullah dan atas hal tersebut Abu Bakar dengan tegas berkata “Apapun yang dikatakan oleh Muhammad mengenai perjalanan isra’ mi’rajnya, aku membenarkannya dan mempercayainnya.”

Maka sejak itulah Abu Bakar digelari sebagai Ash Siddiq (benar/jujur). Peristiwa isra’ mi’raj itu terjadi pada malam 27 Rajjab tahun ke 2 sesudah beliau diangkat menjadi Rasul. Di saat-saat beliau menghadapi ujian yang amat berat yakni istri tercinta Siti Khadijah dan paman Rasulullah Abu Thalib meninggal dunia, tak hanya itu saja maraknya penghinaan dan gangguan serta penganiayaan dari golongan kaum musyrikin baik yang menimpa pada diri beliau maupun pada para pengikut beliau. Selama peristiwa isra’ mi’raj banyak sekali peristiwa... [next page 2]

Pages: 1 2

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *