Panitia Lokal IAIN Parepare Sambut Baik Kunjungan Panitia Pusat Um-Ptkin

IAIN Parepare–Pelaksanaan Ujian Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) tahun 2020 telah memasuki hari ketiga, Rabu 5 /8/2020.  Sebanyak 59 PTKIN melaksanakan proses Ujian SSE UM-PTKIN tahun 2020 melalui panitia lokal masing-masing. Para panitia lokal ini selanjutnya terkoneksi dan melalukan proses koordinasi dengan panitia pusat secara virtual menggunakan room meeting di aplikasi Zoom. Koordinasi dimulai sejak sesi 1 sampai sesi 3 berakhir setiap harinya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Panitia Lokal Institut Agama Islam Negeri Parepare.

Pengawasan Ujian SSE UMPTKIN tahun 2020 di IAIN Parepare dipusatkan di laboratorium komputer Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD). Dari data yang diperoleh dari pihak panitia, Ujian SSE UMPTKIN di IAIN Parepare telah menyelesaikan sebanyak 9 sesi dengan jumlah total peserta sebanyak 1.260 orang telah melakukan aktifasi ujian. Berbeda dengan masa uji coba, pada masa ujian ini lebih dari 90% peserta berhasil mengikuti melakukan login dan dapat menyelesaikan ujian tanpa terkendala dengan masalah-masalah teknis.  

Pada hari ketiga pelaksanaan SSE UM-PTKIN tahun 2020, Panitia Lokal IAIN Parepare mendapat kunjungan dari Wakil Kepala Sektretariat Panitia Pusat UM-PTKIN Tahun 2020, Zulfahmi Alwi, Ph.D. Dalam kunjungannya, beliau menyampaikan beberapa hal terkait tentang pelaksanaan Ujian UMPTKIN tahun  berbasis digital.

“Kami dari panitia pusat ditugaskan untuk melakukan monitoring di beberapa PTKIN. Hal dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan ujian UMPTKIN yang berbasis IT ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapakan oleh semua pihak. Di samping itu, latar belakang pelaksanaan ujian yang berbasis online ini dipilih karena mengingatnya masa penerimaan calon mahasiswa baru sudah sangat dekat, sedangkan  di sisi lain penyebaran pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga hampir seluruh PTKIN tidak mendapatkan izin dari satgas COVID-19 di wilayahnya masing-masing untuk melaksanakan ujian secara tatap muka.  Oleh karena itu, ujian berbasis online adalah solusi paling tepat yang dapat dilakukan” ungkapnya dalam sesi kunjungan tersebut.

Selain itu, beliau juga menyapaikan harapannya. “Meskipun masih terdapat banyak kekurangan Ujian berbasis SSE karena merupakan hal yang pertama kali dilakukan, akan tetapi ini adalah sebuah lompatan besar yang dilakukan dalam rangka menjawab tantangan penggunaan sistem berbasis digital secara maksimal, sehingga kita harus terus mendukung sistem ini. Kedepannya, walaupun pelaksanaan Ujian UMPTKIN telah kembali dilakukan secara tatap muka, akan tetapi kami berharap agar aplikasi SSE ini tetap terus dapat digunakan, dan jika perlu harus semakin ditingkatkan” ungkapnya sebelum mengakhiri sesi kunjungan di IAIN Parepare.

Sesi terkahir pelaksanaan Ujian SSE UMPTKIN tahun 2020 secara serentak akan berakhir pada hari Jumat, 6/8/2020. Khususnya di IAIN Parepare, setelah masa ujian UMPTKIN, akan dilanjutkan dengan seleksi Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri tahun 2020. Informasi terkait tentang seleksi ini dapat dilihat di laman website iainpare.ac.id atau di pmb.iainpare.ac.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *