Pengembangan Parawisata Syariah Indonesia Diseminarkan di Kampus IAIN Parepare

Pengembangan Parawisata Syariah Indonesia Diseminarkan di Kampus IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare — Apakah sesungguhnya parawista syariah itu? Jawaban dari pertanyaan di atas mengemuka pada acara Seminar Parawisata yang digelar oleh Program Studi Parawisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam hari ini, Selasa, 5/11/2019 di gedung Perputakaan lantai 5.

Seminar Parawisita ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si., (Kepala Dinas Parawisata Kota Parepare) dan Muhammad Arifin M. Salim, M.Pd.,Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Akademik Politeknik Parawisata Makassar). Keduanya berbicara secara bergiliran di depan mahasiswa dan dosen Prodi Parawisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare. Suryadi Kadir bertindak sebagai moderator dalam seminar ini.

Dalam pembahasannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Politeknik Makassar, Muhammad Arifin menguraikan istilah pariwisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Friendly Tourism Destination, Halal Travel, Muslim-Friendly Travel Destinations, atau halal lifestyle.

Konsep wisata syariah menurutnya, lebih luas dari wisata reliji, dimana kalau wisata reliji didefinisikan sebagai wisata dalam kerangka kepentingan ibadah/agama, misalnya haji dan umroh ke tanah haram, atau sebagian umat Islam berziarah ke makam-makam para wali/aulia/tokoh agama.

Adapun wisata syariah mengandung konsep yang lebih luas, yaitu pariwisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Dalam industri pariwisata terdapat banyak aspek dan pelaku yang terlibat, misalnya hotel dan akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, fasilitas ibadah, dan tentu obyek wisata itu sendiri. Seluruh aspek ini haruslah tidak bertentangan dengan syariah, sederhananya halal dan toyyib.

Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata Kota Parepare, Amarun Agung Hamka diawal materinya mengungkapkan harapannya untuk membangun sinergisitas antara Dinas Parawisita Kota Parepare dengan IAIN Parepare, khususnya Prodi Parawisita Syariah dalam mendorong dan menciptakan Parepare sebagai kota wisata.

“Kami sedang mengembangkan beberapa program wisata di kota Parepare. Misalnya “laoki mae Parepare”. Program ini dihadirkan untuk mendatangkan wisatawan ke kota Parepare. Tentunya, kami membutuhkan sinergisitas dengan masyarakat, termasuk Prodi Parawisata IAIN Parepare untuk menyukseskan program tersebut,” kata Amarung yang menjadi Kepala dinas termuda, dengan usia 36 tahun.

Seminar Parawisata ini dibuka oleh Wakil Rektor IAIN Parepare, Sitti Jamilah Amin. Dalam acara pembukaan, Wakil Rektor ini mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai acara yang sangat penting dalam mewujudkan eksistensi dan pengembangan Prodi Parawisata Syariah sebagai Prodi Baru. “Seminar ini penting dan seharusnya dosen-dosen kita antusias mengikuti acara seperti ini,” katanya. “Ke depannya, pimpinan berobsesi untuk menjadikan Program Studi Parawasita sebagai salah satu prodi unggulan di IAIN Parepare”.

Hadir dalam acara pembukaan Seminar Parawisata ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Muh. Kamal Zubaer, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, KH. Abd. Halim K., Ketua Prodi Parawisata Syariah, Arqam, dan Kasubag KHM, Suherman Syach.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *