Perubahan Standar Akreditasi Beratkan Proses APS

Perubahan Standar Akreditasi Beratkan Proses APS

Humas IAIN Parepare — Pusat Akreditasi LPM IAIN Parepare menggelar workshop Penyusunan LED dan LKPS Instrumen Akreditasi Program Studi (APS) 4.0. Workshop ini akan berlangsung selama 3 hari, yaitu Sabtu-Senin, 02-04/11/2019 di gedung Perpustakaan IAIN Parepare.

Acara workshop ini dibuka oleh Rektor IAIN Parepare, Ahmad S. Rustan. Dalam arahannya, Ahmad S. Rustan mengakui jika proses Akreditasi Program Studi (APS) semakin berat. Khususnya setelah terjadi penambahan standar akreditasi, dari borang 7 standar menjadi borang 9 standar akreditasi.

Selain perubahan standar akreditasi tersebut, Rektor menyebutkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi dalam proses APS ini, yaitu masalah visitasi yang kekurangan anggaran. Anggaran BAN PT tidak cukup untuk membiyai semua proses akreditasi. “Untuk masalah ini, Dirjen Pendis berencana menyiapkan anggaran tambahan untuk 400 program studi PTKIN se- Indonesia,” kata Ahmad S. Rustan.

Masalah lain menurut Rektor, banyak program studi yang status akreditasinya expired. Masalah ini menjadi persoalan umum yang dialami hampir semua PTKIN. Masalah terakhir yang disebut Rektor adalah adanya persamaan (similaraty) dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada masing-masing program studi.

Untuk masalah terakhir ini, Rektor mengeluhkan sistem aplikasi LED, yang menurutnya sulit menghidarkan “similaraty” evaluasi diri program studi yang berada pada perguruan tinggi.

Melalui Workshop ini, Rektor berharap tim akreditasi memperoleh peningkatan pengetahuan teknis dalam mengatasi permasalahan proses akreditasi. Untuk itu, beliau meminta dengan sangat kepada narasumber agar memberikan materi dan pembekalan yang mendalam pada acara workshop ini.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang APK, Sitti Jamilah Amin selaku penanggung jawab tim akreditasi melaporkan jika dirinya mengaku kesulitan untuk mencari dan mendatangkan narasumber.

“Dr. H. Muhammad Fakhri Husein, SE., M. Si adalah assesor yang super sibuk. Saya butuh waktu yang cukup lama membujuk beliau agar berkenan datang ke Parepare. Dalam alhamdulillah, beliau bersedia. Meski beliau harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang lama”, kata Sitti Jamilah Amin menceritakan sulitnya mendatang narasumber tersebut.

Workshop ini diikuti oleh para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Tim Akreditasi IAIN Parepare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *