Peserta PBAK IAIN Parepare Bentuk Konfigurasi Cinta NKRI

Peserta PBAK IAIN Parepare Bentuk Konfigurasi Cinta NKRI

Humas IAIN Parepare — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun 2019 mengusung tema “Membingkai NKRI dengan Moderasi Beragama”. Tema ini mewarnai rangkaian acara pembukaan PBAK yang digelar hari ini, Rabu, 28/8/2019 yang berpusat di Auditorium IAIN Parepare.

Salah satu bagian yang menarik perhatian pada acara pembukaan, yaitu aksi selebrasi mahasiswa baru. Mereka melakukan aksi selebrasi dengan membentuk konfigurasi cinta NKRI. Melalui komando pengarah acara, kelompok mahasiswa baru yang memenuhi ruangan, bergerak serentak dan teratur membentuk formasi bendera merah putih dan tulisan IAIN. Konfigurasi ini berulang 3 kali dan memperlihatkan hasil yang cukup memukau.

Rektor dan para pejabat lainnya yang berada di atas panggung merasa takjub dan senang melihat selebrasi mahasiswa yang sangat kreatif itu. Sontak, hadirin memberikan aplaus yang meriah kepada mahasiswa baru. Bahkan Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan memberikan apresiasi dan pujian secara langsung atas kreatifitas mahasiswa tersebut.
Tentu saja, selebrasi di atas bukan sekedar hiburan. Tetapi menjadi simbol dari para generasi muda, khususnya mahasiswa yang mencintai negaranya dengan sepenuh jiwanya. Mahasiswa baru sedang menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam dirinya. Mereka sedang menemukan jadi dirinya yang sesungguhnya sebagai generasi bangsa.

Tema NKRI dan moderasi beragama yang diusung dalam kegiatan PBAK tahun 2019 ini merupakan wujudkan komitmen dan konsistensi IAIN Parepare terhadap keutuhan NKRI dalam bingkai keberagaman agama. Melalui pelaksanaan PBAK, mahasiswa dibekali dengan semangat patriotisme, nasionalisme dan cinta NKRI. Pananaman nilai-nilai kebangsaan dikenalkan sebagai budaya kampus, agar mahasiswa tidak terjebak pada idiologi yang anti NKRI dan anti Pancasila.
Atmosfer semangat patriotisme dan nasionalisme mahasiswa baru dikokohkan bukan saja melalui materi, tetapi juga terpatrikan dari berbagai tool atau game yang sediakan pengarah acara. Salah satunya melalui tagline PBAK yang berbunyi “teguh dalam kebenaran, tegar dalam perjuangan dan toleran dalam keberagaman”. Tagline ini akan menjadi teriakkan pembakar semangat setiap saat kepada peserta PBAK. Pengarah acara akan meneriakkan tagline ini, dan akan dibalas yel-yel mahasiswa baru dengan gerakan yang penuh semangat.
Penanaman moral nasionalisme ini disertai dengan nilai-nilai moderasi beragama. Mahasiswa diajak untuk mengedepankan pemahaman agama yang moderat, toleran, dan damai. Bukan beragama yang radikal dan intoleran. Mengajarkan nilai dan sikap-sikap moderasi beragama di kampus akan mencegah generasi muda, khususnya mahasiswa menjauhi cara beragama yang intoleransi, ektremisme dan radikalisme yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia.
Tema PBAK ini, sejalan dengan visi Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim yang gencar mengkampanyekan gerakan moderasi beragama di Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Salah satu ucapan beliau yang perlu penghayatan adalah “Berindonesia hakikatnya beragama dan beragama hakikatnya berindonesia. Agama apapun pasti menekankan pada nasionalisme dan cinta Tanah Air. Indonesia merupakan negara religius dan agamis, bukan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *