Prodi PBI Hadirkan Native Speaker dari Australia

Prodi PBI Hadirkan Native Speaker dari Australia

Humas IAIN Parepare — Dalam rangka meningkatkan motivasi, kepercayaan diri dan keterampilan pengajaran dan berbahasa Inggris bagi mahasiswa dan dosen, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Mujahidah kembali menghadirkan native speaker (pembicara asli) dari luar negeri. Kali ini, mereka mengundang Sarah Drake, seorang aktivis dan penggiat pendidikan dan pengajaran.

Sarah Drake berasal dari negara Australia dan sejak 2 bulan terakhir berada di Makassar untuk melaksanakan program pengembangan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia. Untuk program tersebut, Sarah bernaung di bawah organisasi Australian International Development bekerjasama dengan Celebes Global Act (CEGAT), sebuah NGO penggiat pendidikan di Makassar. Kedua lembaga ini concern pada pengembangan dan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Mujahidah ketika dikonfirmasi mengatakan, jika dirinya termotivasi menghadirkan native speaker dari luar negeri karena 2 alasan. Pertama, sebagai upaya meningkatkan motivasi dan kualitas berbahasa Inggris mahasiswa dengan mendengarkan dan berinteraksi langsung dari native speaker. Kedua, untuk memenuhi persyaratan akreditasi. Seperti yang diberitakan beberapa bulan lalu, Rektor telah mencanangkan 2019 sebagai tahun akreditasi.

“Kami akan dan tengah bekerja keras untuk mencapai akreditasi dengan predikat A. Itu tanggung jawab yang diamanahkan Rektor kepada kami selaku Ketua Program Studi. Semoga Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dapat meraih akreditasi A dan tahun 2020, IAIN Parepare dapat mencapai APT dengan predikat A pula,” ujarnya saat menyambut Sarah Drake ketika datang di gedung Fakultas Tarbiyah.

Siang tadi, Jumat, 28 Juni, Sarah Drake telah berada di kampus Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare mengikuti dan menjadi native speaker pada 2 kegiatan, yaitu kegiatan “set in class” dan “out door learning” yang berlansung pada tempat berbeda. Pada kegiatan “seat in class”, Sarah memberikan perkuliahan secara langsung kepada mahasiswa di dalam ruang kelas. Pada kegiatan ini, Sarah memberikan materi tentang metodologi pengajaran bahasa Inggris.

Begitu pun pada kegiatan “out door learning” yang berlangsung di Hutan Jompie, Sarah bertindak sebagai native speaker. Bedanya dengan kegiatan sebelumnya, kegiatan ini berlangsung sangat interaktif dan dialogis antara Sarah Drake dengan mahasiswa. Jumlah peserta yang mencapai 100 mahasiswa membuat Sarah harus melayani berbagai pertanyaan dan pernyataan. Mahasiswa sangat antusias dan bersemangat memberikan pertanyaan pada kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka dalam suasana yang sangat santai dan rileks.

Sawaebah, salah satu mahasiswa asal Thailand yang juga hadir, mengaku sangat senang atas kedatangan pengajar dari Australia. “Senang sekali,” ujarnya berbahasa Melayu. Ditanya, apakah mereka paham yang disampaikan native speaker, Sawaebah hanya mengangguk dan senyum. Senada dengan itu, mahasiswa lainnya, Syokran menyatakan sangat supraise dengan kedatangan native speaker dari Australia. “Kami butuh yang seperti ini. Native speaker dari luar negeri untuk melatih lisan dan pendengaran kami dengan mereka. Sayangnya, waktunya hanya sehari saja,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *