Sarah Drake Perkenalkan Teknik Pengajaran Berbasis Teknologi Infomasi

Sarah Drake Perkenalkan Teknik Pengajaran Berbasis Teknologi Infomasi

Humas IAIN Parepare — Setelah menjadi native speaker pada kegiatan “set in class” dan “outdoor learning” sehari sebelumnya, yaitu Jumat, 28 Juni 2019. Sarah Drake kembali menjadi narasumber pada Workshop English Teaching Metodology yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah, Sabtu, 29 Juni.
Kegiatan workshop yang dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, H. Saefudin diikuti peserta sebanyak 35 orang (dibatasi) terdiri dari dosen dan mahasiswa yang dipilih secara khusus. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Celebes Global Art (CEGAT) dan disponsori NGO internasional, yaitu Australian Internasional Development.

Sarah Drake memberikan materi workshop tentang Communicative Language Learning dan memperkenalkan pengajaran yang berbasis aplikasi teknologi informasi dan komunikasi. Communicative Language Learning merupakan metode pembelajaran bahasa yang sangat efektif meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik.

Pada praktek pengajaran, Sarah Drake mampu mendesain dan memaksa peserta aktif berbahasa Inggris dengan pengelolaan kelas yang interaktif dan menyenangkan. Teknik komunikasi yang diperankan Sarah dapat menciptakan dan mengstimulasi peserta didik untuk mengikuti setiap instruksi pembelajaran. Hasilnya, semua peserta didik pro aktif dalam pembelajaran. Metode Communicative Language Learning dianggap berhasil jika keaktifan peserta didik mencapai 80%.

Sarah Drake juga memperkenalkan aplikasi pengajaran yang berbasis teknologi Informasi. Salah satunya melalui aplikasi yang disebut aplikasi pengajaran Kahoot. Aplikasi Kahoot adalah media pembelajaran berbasis web. Kahoot berbentuk kuis yang dimainkan secara online. Kahoot diluncurkan oleh SXSWedu, sebuah perusahaan startup asal Norwegia. Aplikasi Kahoot merupakan platform pembelajaran berbasis game, digunakan sebagai teknologi pendidikan di sekolah mau pun di Perguruan Tinggi.

Aplikasi Kahoot adalah permainan kuis pilihan ganda atau diskusi dan survei yang dapat digunakan siapa saja dan tidak terbatas pada tingkat usia dan materi pelajaran. Karena berbasis internet, untuk membuat dan memainkan kahoot harus mengakses website www.kahoot.it. Tampilan beranda yang sederhana sangat memudahkan dalam menggunakannya. Dengan menggunakan Kahoot, pemateri akan menampilkan pertanyaan kuis ke layar melalui proyektor dan siswa akan diberikan waktu mulai 20 detik untuk menjawab soal kuis tersebut melalui smartphone maupun tablet masing-masing.

Jadi media pengajaran, khususnya pengajaran bahasa, tidak perlu lagi hanya mengandalkan power point. Karena power point kurang interaktif dan tidak merangsang peserta untuk ikut aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Para dosen atau guru harus mengalihkan medianya ke aplikasi pengajaran yang berbasis website, seperti aplikasi Kahoot.

Hj. Nurhamdah, dosen bahasa Inggris yang mendampingi Sarah Drake dalam workshop tersebut menilai, metodologi pengajaran yang disampaikan Sarah Drake sangat dibutuhkan dalam pengajaran bahasa Inggris baik tingkat sekolah dasar dan menengah mau pun di perguruan tinggi, seperti IAIN Parepare. Menurutnya, Communicative Language Learning merupakan metode yang sangat tepat di adopsi para pendidik bahasa. “Metode ini akan mengaklerasi kemampuan berbahasa Inggris bagi peserta didik,” ujarnya memberi penilaian.

Hj. Nurhamdah juga mengapresiasi aplikasi Kahoot yang dipernalkan Sarah Drake. Aplikasi Kahoot sangat relevan jika digunakan pada metode Communikative Language Learning. Keduanya sangat menunjang dalam proses belajar yang interaktif, efektif dan sangat menyenangkan. “Metode seperti itu yang perlu diterapkan dalam pengajaran bahasa di kampus kita. Sangat relevan dengan misi kampus, yaitu berbasis teknologi informasi,” urainya. “Hanya saja, metode ini membutuhkan kompetensi berbahasa bagi dosen, dan tentu saja dengan jaringan internet yang memadai,” pungkasnya.

Terhadap penampilan Sarah Drake, Hj. Nurhamdah menilai bule Australia itu sangat profesional/master dalam metodologi pengajaran bahasa. Penilaian yang sama dilontarkan Ketua Prodi Parawisata Syariah, Arkam yang ikut sebagai peserta workshop. “Cukup profesional dan materinya cukup menarik” katanya singkat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah, H. Saepudin saat memberikan sambutan pada acara pembukaan workshop menyampaikan apresiasinya atas kinerja dan kerja keras yang tunjukkan Mujahidah dalam mengemban tugasnya sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan menghadir berbagai program kegiatan seperti workshop ini. H. Saepuddin, yang juga Doktor bidang pendidikan sekaligus pengampuh mata kuliah bahasa Inggris berharap workshop English Teaching Metodology ini dapat meningkatkan kemampuan belajar, mengajar dan keterampilan bahasa Inggris bagi para mahasiswa dan dosen.

Pada acara pembukaan ini, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare dan NGO Celebes Global Art yang dilakukan oleh H. Saepudin selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Abdul Rahman sebagai Direktur CEGAT. Menurut Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Mujahidah, mereka membangun kerjasama dengan CEGAT untuk mendatangkan native speaker ke Parepare. “Kebetulan CEGAT concern dengan itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *