Sosialisasi Edlink, Demi Kemudahan Dosen dan Mahasiswa

Sosialisasi Edlink, Demi Kemudahan Dosen dan Mahasiswa

IAIN Parepare– Lembaga Penjaminan Mutu LP2M menyelenggarakan Sosialisasi Edlink IAIN Parepare 2020 melalui aplikasi zoom, Rabu (1/7/2020) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti Rektor, Wakil Rektor dan  dosen IAIN Parepare.

Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data Sufyaldi, M.Kom mengatakan bahwa integrasi edlink ini bertujuan untuk menyelaraskan kebutuhan dan keinginan pimpinan dalam memajukan teknologi informasi di IAIN Parepare.

Tata kelola informasi dapat terwujud  jika people  itu memenuhi syarat untuk memajukan IT jika sudah memiliki kematangan kualitas, komponen lain, culture, behavior dan habit dalam memanfatakan teknologi informasi.

Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengatakan bahwa butuh sebelas tahun agar teknologi informasi di IAIN Parepare (dulu STAIN Parepare) dapat dimanfaatkan  oleh seluruh dosen dalam proses belajar mengajar. “Situasi pandemi memaksa kita untuk memanfaatkan TI dalam dua bulan ini,  suka atau tidak, mau atau tidak mau kita harus menggunakan TI dalam proses administrasi dan perkuliahan,” ujar Rektor.

“Proses inovasi pasti akan mengundang banyak reaksi, ada yang pro ada yang kontra, bukan lagi saatnya  meraba untuk mengetahui basic TI,  tapi harus on going kita,” tutur Ahmad Sultra.

“Kita harus melatih keterampilan memanfaatkan IT. Untuk memasuki akademik yang baru di masa pandemi, saya menganjurkan seratus persen dosen dapat mengajar secara online, bukan lagi seperti sebelumnya yang hanya segelintir dosen yang menggunakan elearning,” tambahnya.

Rektor menguraikan bahwa elearning dengan menggunakan berbagai aplikasi telah menjadi kebutuhan sehingga dosen wajib menguasai teknologi. Ada perbedaan perkuliahan luring dan daring terkait pengawasan ujian, yaitu ujian  daring hanya membutuhkan soal saja, namun dosen perlu meminimalisir kerja sama diantara mahasiswa.

“Mulai saat ini saya meminta bapak ibu untuk melengkapi materi perkuliahan dengan alat evaluasi, perlu bank soal berupa 250 soal pada setiap mata kuliah untuk menguji kompetensi daya serap mahasiswa,” imbau Rektor.

Hadir pula  dua pengelola edlink, salah satu pengelola Alwi Assegaf menjelaskan teknis penggunaan aplikasi edlink kepada dosen IAIN Parepare. Alwi Assegaf juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan dalam aplikasi edlink ini. Aplikasi ini akan memudahkan dosen dan mahasiswa kerena telah terintegrasi di sisfo IAIN Parepare.

“Saya berharap kita semua mengikuti dengan baik ketika kita memanfaatkan edlink dalam perkuliahan kita, kita sangat yakin apa yang sampaikan akan terasa di akhir pertemuan kita, mari kita buka mata dan hati kita ketika di akhir perkuliahan bank soal sudah tersedia pada sistem perkuliahan. Hanya kita yang punya hak prerogatif terhadap bank soal tersebut. Saya harap mari kita turunkan tensi perbedaann kita mari kita saling menunjang meningkatkan kualitas lembaga yang kita cintai,” ujar Rektor menutup sambutannya.

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *