Tausyiah Ramadhan; Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Humas IAIN Parepare — Tausyiah Ramadhan yang dibawakan secara bergantian oleh tenaga kependidikan IAIN Parepare sudah menjadi program tambahan selama WFH berlangsung. Program tausyiah yang dilaksanakan pada saat meeting online ini selalu diikuti oleh Kepala Biro AUAK, Hj. Musarrafah Amin selaku pejabat pembina ASN dalam lingkup IAIN Parepare sekaligus memimpin dan memberikan arahan pada setiap acara meeting tersebut.

Kepala TU LPM IAIN Parepare, Nurmi saat menjadi pengarah acara tausyiah

Kamis, 15/5/2020, Ustadz Sunandar yang juga menjabat Kasubag Administrasi Akademik membawakan tausyiah ramadhan yang diikuti 32 orang ASN. Ustadz Sunandar mengawali tausyiahnya dengan mengemukakan Q.S. al- Baqarah ayat 183 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhallażiīna āamanụ kuti ba ‘alaikumuṣ-ṣiyāamu kamā kutiba ‘alallażīina ming qablikum la’allakum tattaqụn.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa,sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Ustas Sunandar menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan media untuk meraih “Taqwa”. Istilah taqwa menurutnya adalah menjalankan apa yang diperintahankan oleh Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Ustadz sunandar yang didampingi oleh Nurmi, S.Ag., MA. sebagai pengarah.

“Selain sarana mencapai ketaqwaan, ibadah puasa berfungsi detoksifikasi untuk membuang racun-racun dalam tubuh. Makanan yang kita konsumsi selama hampir setahun dipastikan mengandung beragam zat yang bisa menjadi racun dalam tubuh,” paparnya.

Dia mencontohnya bahwa nasi, sayur, dan buah-buahan yang mudah ditemukan di pasar, hampir pastikan mengandung pestisida. Termasuk daging ikan dan segala produk olahan, hampir 99% sudah diberi pengawet seperti formalin dan sejenisnya. Sehingga secara alami, tubuh kita tidak akan kesulitan mengurai atau membuangnya melalui urin dan keringat. Oleh karenannya, tubuh perlu “dipuasakan” sebagai upaya lain untuk membuang racun secara bersih dan membunuh bibit-bibit penyakit dalam tubuh yang diakibatkan dari makanan-makanan tersebut.

Ustadz Sunandar yang juga jebolan Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang sudah meraih gelar magisternya pada tahun 2012 ini mengakhiri tausiahnya dengan berpesan bahwa manfaat puasa untuk kesehatan organ tubuh sangat lah banyak. Hal ini agar membuat kita semakin semangat menjalani puasa. Sehingga tidak ada alasan yang membuat kita untuk tidak berpuasa. Di samping untuk mendapatkan pahala, kita juga mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan jauh dari penyakit.

Jadi di luar bulan Ramadhan sekalipun berpuasa secara spiritual akan memberikan efek ketaqwaan dan dari segi kesehatan sangat menyehatkan. Kita sering mendengar kisah-kisah dari para wali Allah atau kehidupan para sufi yang melakukan puasa atau tarekat demi untuk mencapai maqam atau tingkatan spiritual yang lebih tinggi dengan menajadikan puasa sebagai sarananya.

Pada kegiatan penutup tausyiah ramadhan dan meeting secara daring ini, Hj. Musarrafah Amin, Kepala Biro AUAK senantiasa mengaresiasi dan memotivasi ASN IAIN Parepare khususnya tenaga kependidikan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan tausiah ini akan melahirkan talenta-talenta pendakwah yang diharapkan akan memberi dampak positif terhadap kinerja setiap ASN pada masa-masa datang. Sementara, Nurmi, Kepala TU LPM yang bertindak sebagai pengarah acarah menutup acara ini dengan menyimpulkan inti sari materi tausyiah Ramadhan.

Penulis : Sirajuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *