Tausyiah Ramadhan; Mengelola Energi Positif

Tausyiah Ramadhan; Mengelola Energi Positif

Humas IAIN Parepare — Kasubag Keuangan dan BMN, Muh. Ishak yang sehari-harinya dikenal sebagai sosok ASN yang bersahaja dan relegius mendapat giliran membawakan tausyiah Ramadhan pada acara meeting pegawai ASN IAIN Parepare, Jumat, 8/5/2020.

Dalam tausyiahnya, Muh. Ishak mengurai tentang energi postif pada diri manusia. Menurutnya setiap manusia memiliki energi, baik itu energi positif mau pun energi negatif. Energi itu sifatnya kekal dan tidak akan berkurang nilainya. Dia pun mengemukakan teori Issac Newton yang menyebutkan bahwa energi yang ada di dunia tidak akan hilang dan berkurang, kecuali hanya berubah bentuk atau berpindah saja.

Agama Islam dan bahkan semua agama menurut ustas Muh. Ishak menganjurkan umatnya memancarkan energi positif. “Energi positif itu meliputi seluruh perbuatan baik, mulai dari niat baik, berprasangka baik, berpikir positif, amalan-amalan yang bermanfaat dan termasuk melaksanakan ibadah. Sedangkan energi negatif adalah segala sesuatu yang dilarang dalam agama,” urai ustas Muh. Ishak.

Dia pun mencontohkan dalam kehidupan sehari-sehari. “Ketika kita memberikan bantuan kepada orang lain dengan hati yang ikhlas, maka dari dalam diri kita akan terpancar energi positif. Energi positif seperti ini akan mendatangkan ketenangan hati, ketentraman, kedamaian dan kenikmatan. Sebaliknya jika kita berbuat buruk kepada sesama manusia maka dari dalam diri kita akan memancarkan energi negatif dan akan mendatangkan ketidak tenangan hati atau kegelisahaan,”.

Bagaimana kita bisa mengelola energi positif dan menancapkan dalam diri? Ustas Muh. Ishak memberikan tips sederhana. “Mulailah dari hal-hal kecil dari diri kita. Misalkan berpikir positif, berniat baik dan pergerakan-pergerakan anggota tubuh kita yang bermanfaat, termasuk menjaga kebersihan diri,” urainya.

“Energi positif dapat ditemukan juga di tempat-tempat tertentu. Misalnya di masjid dan tempat ibadah lainnya. “Kita akan merasakan perbedaan ketika berada di masjid dibanding di rumah. Berada di masjid terasa hati tenang, damai dan merasa nikmat. Mengapa demikian? Karena di masjid itu terhimpun dan terpancar energi positif dari jamaah masjid yang melakukan shalat, mengaji, zikir, berdoa dan perbuatan baik lainnya.”

Pada masa pandemik corona ini, ustas Muh. Ishak mengajak jamaah untuk mengikuti himbauan dan fatwa yang dikeluarkan oleh pemerintah dan MUI untuk berdiam diri di rumah. Tetapi, tetap melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi diri dan keluarga. Seperti menjaga kebersihan dan keindahan rumah serta meningkatkan ibadah bersama keluarga dan perbuaan baik lainnya. “Itu penting dilakukan, supaya energi positif dalam diri tetap terjaga dan terpelihara dan bahkan dapat merubah energi yang tadinya negatif menjadi energi positif,” paparnya mengingatkan jamaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *