Tiga Mimpi Rektor IAIN Parepare

Tiga Mimpi Rektor IAIN Parepare

HUMAS IAIN Parepare— Setiap orang memiliki mimpi, dalam lirik lagu Laskar Pelangi oleh Giring Nidji mimpi itu kunci untuk menaklukan dunia. Dengan adanya mimpi seseorang akan jadi lebih tahu tujuan hidupnya seperti mimpi yang dimiliki oleh Rektor IAIN Parepare DR Ahmad Sultra Rustan.
Tiga mimpi besar Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan disampaikan di hadapan ribuan mahasiswa peserta Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (27/08).
Ketiga mimpi tersebut diharapkan dapat terwujud baik pada kepemimpinannya maupun pada kepemimpinan rektor selanjutnya. Adapun tiga mimpi tersebut di antaranya pertama, IAIN Parepare memiliki rumah sakit Islam, kedua dibangunnya kampus dua di lokasi 50 hektar dan terakhir IAIN Parepare menjadi dambaan bagi masyarakat.
Yenni, salah satu mahasiswa fakultas Tarbiyah pada sesi tanya jawab menyampaikan pertanyaan tentang bagaimana menghasilkan alumni berkualitas?
Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Rektor dengan rasa optimis.
“Kita harus perbaiki proses pembelajaran dan melengkapi sarana dan prasarana termasuk dosen. Dosen di sini ketika kita harus terima, diuji dulu. Tidak ada bilang karena keluarganya Rektor jadi diterima, itu tidak ada. Dosen luar biasa itu juga dites, kita tidak menerima dosen asal-asalan. Kita melihat kualitasnya makanya mahasiswa juga harus kita lihat kualitasnya, bersyukurlah Anda diterima berarti Anda semua mahasiswa berkualitas,” jelas Ahmad yang disambut tepuk tangan oleh ribuan peserta, mengingat untuk tahun 2019 minat pendaftaran IAIN Parepare mencapai 10.000 orang.


Selain menjelaskan stuktur lembaga, fakultas dan program studi yang dimiliki IAIN Parepare, Ahmad juga menjelaskan visi IAIN Parepare.
“Kalau kita katakan akulturasi budaya dan Islam maka budaya-budaya yang ada di Indonesia yang akan diislamkan. Kalau kita katakan Akulturasi Islam dan budaya, Islam ini yang dimasuki budaya, padahal tidak. Justru Islam lah yang akan mempengaruhi budaya makanya visi IAIN Parepare adalah Akulturasi Islam dan Budaya,” ucapnya.
Di akhir penyampaian materi arah kebijakan IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan juga mengingatkan kepada mahasiswa agar menjauhi rokok, narkoba dan tetap memenuhi amanah orangtua dengan kuliah bersungguh-sungguh.
“Anak-anakku sekalian, selain rokok jauhi narkoba. Jangan sekali-kali mendekati narkoba karena yang dicuragai pengguna narkoba, suatu saat kita akan datangkan dokter untuk memeriksa yang bersangkutan. Kalau kedapatan maka dia akan terkena sanksi berat dan dia akan dipecat sebagai mahasiswa IAIN Parepare tanpa surat pindah,” tegasnya. (hyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *