Tim Debat IAIN Parepare  Lolos ke Ajang Debat Nasional

IAIN Parepare —- Tim Debat IAIN Parepare yang berasal dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare lolos untuk ketiga kalinya dalam ajang debat Mahkamah Konstitusi. Hasil seleksi yang dikeluarkan melalui Pengumuman Nomor 15/DK.07.00/03/2020 tentang penetapan hasil seleksi tahap eliminasi kompetisi debat konstitusi mahasiswa antar perguruan tinggi se-Indonesia tahun 2020.

Hasil seleksi ini didapat setelah tim debat IAIN Parepare mengirim video artikel ilmiah sebagai syarat untuk mengikuti seleksi. Judul artikel ilmiah yang dibahas mengkaji tentang “RUU Omnibus Law Cipta Kerja”. Tim debat IAIN Parepare terdiri dari tiga orang diantaranya pembicara pertama adalah Nurul Annisa, pembicara kedua adalah Nur Misyuari
dan pembicara ketiga, yaitu Wiwin. Tim debat IAIN Parepare yang dilatih oleh Dr. M. Ali Rusdi lolos bersama beberapa universitas ternama untuk regional timur.

Menanggapi hasil seleksi yang didapat oleh tim debat IAIN Parepare, Ali Rusdi selaku pelatih tim debat menyampaikan bahwa untuk membangun tim yang kuat itu harus saling melengkapi, ibarat tim sepak bola harus ada yang bertahan, pengatur serangan dan penyerang, semuanya harus bekerjasama dengan tujuan yang sama, yaitu memperoleh kemenangan, sehingga dalam mencari tim debat harus memperhatikan komposisi tersebut.

“Harus ada anggota tim yang kuat bertahan dengan data-data yang dimiliki, kemudian ada yang memiliki karakter menyerang lawan dengan umpan-umpan yang mematikan, tugas satu anggota tim yang lain membuat goal dengan penarikan kesimpulan yang baik, tim tidak akan kuat bila hanya memiliki satu karakter saja, misalnya penyerang, maka akan kewalahan dalam bertahan dan mengatur serangan,” ujarnya.

“Sedangkan teknik bimbingan kami hanya memberikan cara mengatur dan membangun argumentasi, mencari referensi yang tepat, memberi motivasi, serta melakukan simulasi-simulasi debat. Kami tidak terlalu banyak memberikan substansi materi, kami menyerahkan kepada mereka untuk mencari sendiri kemudian kami uji penguasaanya, sebab bila substansi materi dari kami, maka tim debat akan kewalahan bila diuji, layaknya barang palsu bila diuji pasti akan ketehuan kelemahannya,” tambah Dr. Ali Rusdi.

Budiman, M.HI selaku Wadek I Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menyampaikan bahwa peserta Tim Debat IAIN Parepare harus mempersiapkan diri dengan baik karna lawan-lawan yang akan dihadapi bukan saja dari perguruan tinggi keagamaan saja, tetapi yang akan dihadapi perguruan tinggi umum baik negeri maupun swasta.

“Peserta harus mendalami materi dan tidak terlalu terbebani dengan juara yang didapat dalam ajang PIONIR PTKIN, serta memperkuat tawakal dengan cara mendekatkan diri kepada Allah untuk menghindari faktor non teknis yang bisa merugikan tim,” harap Budiman.

Penulis: Rustam M. Pikahulan

Editor: Mifda Hilmiyah

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *