Webinar Fakultas Tarbiyah Bahas Kesiapan Pendidikan Hadapi New Normal

IAIN Parepare- Wabah Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya menuntut berbagai sektor harus bisa berdamai dengan wabah tersebut, terutama sektor pendidikan. Dunia pendidikan diharapkan menemukan dan menerapkan pola proses pembelajaran, administrasi dan manajemen sekolah yang disesuaikan dengan kondisi Covid-19. Kondisi tersebut menjadi alasan civitas academica Fakultas Tarbiyah untuk mengadakan Webinar Seri 2 dengan tema “Kesiapan Dunia Pendidikan Menghadapi Era New Normal”.

Kegiatan webinar didahului oleh Call For Paper yang ditujukan untuk para civitas academica Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, para praktisi beserta dosen dan mahasiswa di luar civitas academica Fakultas Tarbiyah IAIN Parapare. Call For Paper bertujuan untuk menemukan paper-paper terbaik untuk dipublikasikan pada kegiatan Webinar Tarbiyah seri 2. Selain itu, Call For Paper bertujuan untuk menemukan gagasan pemikiran tentang pola pendidikan yang bisa diterapkan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan webinar yang dilaksanakan Sabtu, 27 Juni 2020 pukul 13.30 – 16.00 WITA via platform zoom could meeting dan channel youtube Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare disaksikan oleh kurang lebih 1.237 partisipan mulai dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari luar negeri.

Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. H. Saepudin, M.Pd selaku keynote speaker memiliki pandangan bahwa pendidikan tidak hanya sekadar harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19 di sekolah, akan tetapi segala aspek bidang mulai dari kurikulum, pendidik, tenaga pendidikan, infrastruktur dan bahkan bidang penelitian dan pengabdian masyarakat di pendidikan tinggi harus beradaptasi dengan wabah covid-19.

“Kurang lebih tiga bulan proses pembelajaran berlangsung secara daring, dan mau tidak mau tahun ajaran baru di bulan Juli harus tetap dilaksanakan oleh pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang harmonis dan empati sekolah bersama orang tua, diperlukan modifikasi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan terpenting dibutuhkan guru yang tangguh dalam membangkitkan motivasi siswa serta tidak terbebani dengan tuntutan kurikulum karena kita dalam kondisi darurat,” ungkap Direktur Sekolah Islam At-Thirah Syamril, S.T, M.Pd.

“Pendidikan tinggi dalam menghadapi tahun akademik baru juga dituntut untuk bisa menyesuaikan diri apalagi dengan wacana kampus merdeka. Oleh karena itu, sumber daya manusia dan kurikulum yang tetap mengacu pada perubahan KKNI dan SN-DIKTI merupakan hal terpenting yang harus terlebih dahulu menyesuaikan diri, karena merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa,” ungkap Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Parepare Dr. Herdah, M.Pd.

Dr. Agus Suprijono, M.Pd narasumber dari Universitas Negeri Surabaya menawarkan model pembelajaran Heutagogi yang dapat menggiring penguatan pendidikan karakter untuk diterapkan di tengah wabah covid-19. Model ini membiasakan siswa untuk bisa bertanggung jawab, menjalin kerjasama yang baik, serta membangun kreativitas dalam proses pembelajaran secara daring, sehingga fungsi pendidika sebagai fasilitator tetap berjalan.

Dr. Sudirman, SH, M.HI selaku narasumber dari IAIN Sorong memaparkan bahwa penerapan pendidikan di masa covid-19 harus bermaslahah karena ilmu adalah hal daruriyyah sehingga harus menjauhi mafasadat, tidak mengancam hal dharurat lainnya serta selalu mematuhi protokoler kesehatan, agar tidak ada yang dirugikan dalam menjalankan sektor pendidikan di masa wabah covid-19.

Wabah covid-19 bukanlah sebuah penyebab sektor pendidikan tidak mampu untuk berkreasi dan berinovatif akan tetapi wabah ini justru menyadarkan semua pelaku pendidikan untuk melek teknologi dan lebih mempersiapkan diri menyongsong era industry 4.0.

Andi Aras/Mifda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *