Workshop Pembelajaran Virtual Fakultas Tarbiyah : “Menjauhkan Jarak, Dekatkan Teknologi”

Workshop Pembelajaran Virtual Fakultas Tarbiyah : “Menjauhkan Jarak, Dekatkan Teknologi”

IAIN Parepare– Fakultas Tarbiyah kembali melakukan workshop pembelajaran virtual seri ke-2 dengan menghadirkan dua pemateri eksternal yaitu, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M. Sc., MBA., M. Phil., MA. dan  Baharuddin S. Pd., S. Kom., M. Pd. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu- Minggu (7-8/11/ 2020) dengan metode blanded learning.

Hari  pertama, Sabtu 7 November 2020  dihadirkan pemateri Baharuddin S. Pd., S. Kom., M. Pd Koordinator bidang ICT Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Tenggara di ruang seminar perpustakaan lantai 5 dengan Topik Strategi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mata Kuliah Hands-on/Spesifik dengan pembahasan  alternatif strategi pembelajaran sesuai prodi, misalnya: Alternatif Strategi Pembelajaran untuk Mata Kuliah Prodi Pendidikan Agama Islam (Alquran, Hadis, Fiqih,dll), dan Alternatif Strategi Pembelajaran untuk Mata Kuliah Prodi Tadris Bahasa Inggris (Speaking, Listening, Writing, Reading, dll) dst.

Hari kedua, Minggu 08 November 2020 materi dibawakan  Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M. Sc., MBA., M. Phil., MA. Ia tokoh teknologi informasi, Akademisi, dan penulis puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah. Kini, ia menjabat sebagai Presiden Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies dimana ia memimpin lebih dari 700 universitas dan 1.500 program studi di seluruh Indonesia dan President of International Association of Software Architect.

Materi disampaikan secara virtual dengan topik  Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi (Best Practices) dengan subtopik, Perkembangan Terkini Pembelajaran Jarak Jauh, Kebijakan pemerintah di Masa Pandemi:, Model Pembelajaran Jarak Jauh, Metode Pembelajaran Jarak Jauh, Strategi Pembelajaran Jarak Jauh dan Asesmen Pembelajaran Jarak Jauh.

Di akhir materinya Prof. Eko memberikan closing steatment. “Teknologi tidak akan bisa menggantikan peran seorang guru, tapi guru yang tidak menggunakan teknologi akan tergantikan. Karena itu, guru harus senantiasa belajar sepanjang hayatnya karena jika seorang guru berhenti belajar, dia sejatinya sudah berhenti menjadi guru,” tutupnya. (aras/mif)

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *