Humas IAIN Parepare --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan pemeringkatan SINTA Score 3 Tahun edisi Juni 2026, IAIN Parepare berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia dengan menempati peringkat ke-9 nasional. Lebih membanggakan lagi, IAIN Parepare menjadi peringkat pertama kategori Institut Agama Islam Negeri (IAIN) se-Indonesia, mengungguli sejumlah IAIN lainnya di tanah air.
Informasi capaian tersebut disampaikan langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., melalui unggahan flyer resmi yang dibagikan pada Grup WhatsApp "Unggul", Senin (8/6/2026). Kabar tersebut langsung disambut suka cita oleh sivitas akademika sebagai buah dari kerja kolektif dalam membangun budaya akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.
Berdasarkan data SINTA, IAIN Parepare mencatatkan SINTA Score 3 Tahun sebesar 104.662 dan SINTA Score Overall sebesar 158.164. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi produktivitas publikasi ilmiah dosen dan dampak sitasi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala LP2M IAIN Parepare, Muhammad Majdy Amiruddin, menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan dan pengelola lembaga penelitian pada periode sebelumnya yang telah meletakkan fondasi kuat bagi pengembangan riset dan publikasi ilmiah kampus.
"Hasil nahkoda kepemimpinan LPPM sebelumnya @Dr. Ali Rusdi Iainpare @Haramain Iainpare @Zainal Said Iain @Dr Muliati Syariah @Pak Junedi. Semoga kita bisa pertahankan atau bahkan tingkatkan," tulis Majdy dalam grup WhatsApp Unggul.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan penguatan tata kelola penelitian, pendampingan publikasi ilmiah, peningkatan kualitas jurnal, pengembangan jejaring kolaborasi riset, serta komitmen dosen dalam menghasilkan karya-karya akademik yang berdampak.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Zulfah Fakhruddin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut saat ditemui di sela-sela pemantauan pelaksanaan Ujian Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SEE UM-PTKIN), Senin (8/6/2026).
"Tentu saja, kita bangga dengan capaian itu. Masuk dalam 10 besar PTKIN nasional dan menjadi peringkat pertama kategori IAIN merupakan prestasi yang patut disyukuri. Namun capaian ini tidak boleh membuat kita cepat berpuas diri. Justru ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi sehingga ke depan IAIN Parepare mampu menembus tiga besar PTKIN nasional," ujarnya.
Menurut Zulfah, target masuk tiga besar bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Ia menilai IAIN Parepare telah memiliki berbagai instrumen kebijakan yang mendukung peningkatan kinerja akademik, terutama dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Saat ini, kampus telah memiliki regulasi, sistem pendampingan, serta kebijakan akademik yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi.
"Kebijakan publikasi karya ilmiah dosen dan mahasiswa sebenarnya sudah tersedia. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperkuat dukungan implementasinya. Dosen dan mahasiswa harus terus didampingi, difasilitasi, dan diberikan akses yang lebih luas untuk mempublikasikan karya-karya terbaik mereka pada jurnal bereputasi, prosiding internasional, maupun dalam bentuk buku referensi dan buku ajar," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa potensi akademik sivitas IAIN Parepare sangat besar. Setiap tahun dosen menghasilkan berbagai penelitian, sementara mahasiswa melahirkan ratusan skripsi, tesis, artikel ilmiah, dan karya akademik lainnya yang memiliki nilai kebaruan. Apabila seluruh potensi tersebut dapat dikelola dan dipublikasikan secara optimal, maka akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan skor SINTA dan reputasi akademik institusi.
Zulfah juga menyoroti pentingnya peran Program Pascasarjana dalam mendukung capaian tersebut. Menurutnya, publikasi hasil tesis mahasiswa, artikel bersama dosen pembimbing, serta pengembangan buku berbasis hasil penelitian perlu menjadi gerakan akademik yang lebih masif. Selain memperkuat reputasi kampus, langkah tersebut juga akan meningkatkan dampak keilmuan yang dihasilkan IAIN Parepare bagi masyarakat luas.
Momentum capaian Top 10 PTKIN nasional ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperbarui data kinerja akademik dan memastikan seluruh luaran penelitian, pengabdian, buku referensi, serta publikasi ilmiah terdokumentasi dengan baik dalam sistem yang menjadi basis penilaian nasional.
Dengan semangat kolaborasi dan budaya akademik yang terus tumbuh, capaian ini diharapkan tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Optimisme untuk menembus tiga besar PTKIN nasional menjadi target yang realistis apabila seluruh elemen kampus bergerak bersama memperkuat tradisi riset, publikasi, dan inovasi sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan IAIN Parepare yang unggul, bereputasi, dan berdaya saing global.
Penulis : Tasrif
Editor : Suherman