Humas IAIN Parepare - Regenerasi kepemimpinan akademik di lingkungan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (FAKSHI) IAIN Parepare memasuki babak baru. Akademisi muda bidang Hukum Tata Negara, Dr.H.Syafa’at Anugrah Pradana, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare oleh Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., dalam prosesi pelantikan pejabat akademik masa jabatan 2026–2030 yang berlangsung di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare pada Rabu, 3 Juni 2026.
Pelantikan tersebut menandai kepercayaan institusi kepada generasi akademisi yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan yang kuat, tetapi juga pengalaman kepemimpinan yang teruji. Pada usia yang relatif muda, H.Syafa’at telah membangun rekam jejak akademik yang menonjol dalam bidang hukum tata negara, pemerintahan daerah, demokrasi, dan konstitusi.
Lahir di Parepare pada 1993, H.Syafa’at menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Setelah meraih gelar Sarjana Hukum pada 2014 dan Magister Hukum pada 2016, ia melanjutkan studi doktoral hingga meraih gelar Doktor Hukum pada 2020.
Karier akademiknya di IAIN Parepare dimulai sebagai dosen CPNS pada 2019 dan resmi menjadi dosen PNS pada 2020. Dalam waktu yang relatif singkat, kapasitas akademik dan kepemimpinannya mengantarkannya dipercaya memimpin Program Studi Hukum Tata Negara sejak 2022 hingga 2026.
Sebagai akademisi, Syafa’at dikenal aktif membangun ruang-ruang diskusi publik terkait isu hukum, demokrasi, konstitusi, dan pemerintahan daerah. Ia kerap menjadi narasumber dalam berbagai forum nasional maupun regional, mulai dari seminar akademik, dialog kebangsaan, hingga forum legislasi dan penguatan demokrasi.
Reputasinya juga mendapat pengakuan dalam dunia praktik hukum. Ia pernah memberikan keterangan ahli di Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar, Pengadilan Negeri Pinrang, hingga Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dalam perkara pengujian undang-undang yang berkaitan dengan kewenangan lembaga negara.
Tidak hanya aktif dalam bidang akademik dan litigasi konstitusi, Syafa’at juga terlibat dalam penyusunan berbagai naskah akademik rancangan peraturan daerah di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Kontribusinya mencakup isu pemerintahan daerah, pendidikan, investasi, pasar rakyat, hingga inovasi daerah yang menjadi dasar pembentukan berbagai regulasi strategis.
Produktivitas ilmiahnya juga terlihat melalui puluhan artikel yang dipublikasikan pada jurnal nasional bereputasi. Kajian-kajiannya banyak membahas hukum tata negara, pemerintahan daerah, demokrasi digital, hukum adat, hingga dinamika hubungan antara konstitusi dan pembentukan peraturan perundang-undangan.
Selain menulis artikel ilmiah, Syafa’at juga telah menghasilkan sejumlah buku yang membahas hukum pemerintahan daerah, pendidikan Pancasila, etika profesi hukum, hingga isu-isu ketatanegaraan kontemporer. Karya-karya tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan tradisi akademik sekaligus menghadirkan gagasan hukum yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, H.Syafa’at akan bertanggung jawab pada bidang akademik, kelembagaan, kemahasiswaan, serta pengembangan mutu pendidikan. Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam mengawal arah pengembangan fakultas yang saat ini terus memperkuat reputasi akademiknya di tingkat regional maupun nasional.
Kehadiran Syafa’at di jajaran pimpinan FSHI dipandang sebagai representasi munculnya generasi baru akademisi yang tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam ruang publik dan pengembangan kebijakan. Dengan pengalaman sebagai dosen, peneliti, penulis, penyusun regulasi, dan ahli hukum tata negara, ia diharapkan mampu membawa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam semakin adaptif terhadap tantangan zaman serta semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi civitas academica IAIN Parepare, pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan struktural. Lebih dari itu, pelantikan ini menjadi simbol lahirnya kepemimpinan akademik yang bertumpu pada kompetensi, karya intelektual, dan rekam jejak pengabdian yang nyata.
kontributor : Tasrif
Editor : Sri Rahayu