Humas IAIN Parepare – Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M IAIN Parepare mengingatkan seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat untuk segera mempersiapkan diri mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Tahapan pelaksanaan KKN sudah dimulai dengan pendaftaran yang dibuka pada 8–30 Juni 2026 melalui aplikasi yang telah disediakan oleh LP2M.
Dalam penyampaiannya, Kepala Pusat Pengabdian, Dr. Musmulyadi, M.M., meminta dukungan seluruh Ketua Program Studi agar turut menginformasikan jadwal dan persyaratan KKN kepada mahasiswa di lingkungan masing-masing. Hal ini penting agar tidak ada mahasiswa yang terlambat melakukan pendaftaran maupun melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.
"Kami berharap para Kaprodi dapat membantu mengingatkan mahasiswa terkait tahapan dan persyaratan KKN. Selain proses administrasi dari fakultas, mahasiswa juga harus memenuhi kelayakan yang ditetapkan oleh Ma'had sebagai salah satu syarat keberangkatan," ujar Musmulyadi
Berdasarkan timeline yang telah ditetapkan LP2M, tahapan KKN Tahun 2026 meliputi pendaftaran pada 8–30 Juni 2026, pembekalan atau KKN Teori pada 24–26 Juni 2026, verifikasi berkas pada 1–3 Juli 2026, serta pemberangkatan peserta pada 13–14 Juli 2026.
Tahun ini, LP2M IAIN Parepare membuka delapan skema KKN yang dapat dipilih mahasiswa sesuai minat dan ketentuan yang berlaku.
Delapan skema tersebut meliputi KKN Mandiri Internasional, KKN Mandiri Nusantara, KKN Mandiri Kerjasama, KKN Mandiri Reguler, KKN Mandiri Desa Binaan, KKN Mandiri Non-Reguler, KKN Reguler, dan KKN Dari Rumah.
Musmulyadi juga menjelaskan bahwa Program KKN Mandiri Internasional akan dilaksanakan di Arab Saudi dan Malaysia, sementara KKN Mandiri Nusantara berlokasi di Banten dan Jawa Barat. Adapun KKN Mandiri Kerjasama akan berlangsung di Purwokerto, Yogyakarta, Bandung, dan Bangka Belitung. Untuk KKN Mandiri Reguler dan KKN Reguler, lokasi pelaksanaan masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.
Selain itu, LP2M juga membuka KKN Mandiri Desa Binaan yang akan dilaksanakan di Desa Basseang, Desa Kaduaja, Desa Madandan, dan Desa Buntusisong. Sementara KKN Mandiri Non-Reguler diperuntukkan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Khusus skema KKN Dari Rumah, program ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang sedang hamil, baru melahirkan, atau memiliki rekam medis penyakit kronis.
Melalui berbagai pilihan skema tersebut, LP2M berharap mahasiswa dapat memilih bentuk pengabdian yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas masing-masing, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Informasi lengkap terkait persyaratan dan pendaftaran KKN dapat diakses melalui laman kkn.iainpare.org. LP2M juga mengimbau mahasiswa untuk terus memantau informasi resmi agar tidak melewatkan setiap tahapan yang telah dijadwalkan.
Kontributor : Nur Aeni K
Editor : Sri Rahayu