Skip ke Konten

Literasi Digital dan Humanisme Pendidikan Jadi Sorotan IGLoPAS Seri III Pascasarjana IAIN Parepare

11 Juni, 2026 oleh
Literasi Digital dan Humanisme Pendidikan Jadi Sorotan IGLoPAS Seri III Pascasarjana IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare
| Seri 27


Humas IAIN Parepare - Kegiatan International Guest Lecture of Postgraduate Program at IAIN Parepare (IGLoPAS) yang diselenggarakan oleh Pascasarjana IAIN Parepare pada Kamis, 11 Juni 2026, berlangsung dinamis dengan mengemukanya berbagai gagasan kritis terkait masa depan pendidikan di era digital. Mengangkat tema “Optimalization of Digital Learning Resource Management for Strengthening Educators' Competencies in the Disruptive Era”, forum ini menghadirkan narasumber internasional Prof. Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A., Alumni University of Northern Iowa, USA, bersama Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M.Pd.I.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan seri ketiga dari enam agenda IGLoPAS Tahun 2026 yang telah dirancang oleh Pascasarjana IAIN Parepare. Program tersebut berada di bawah koordinasi Dr. Abdul Haris selaku Ketua Program IGLoPAS dan Dr. Hamzah sebagai Sekretaris Program.

Selain pemaparan materi dari kedua narasumber, sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta. Berbagai pertanyaan kritis diajukan sebagai bentuk refleksi terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) yang semakin memengaruhi dunia pendidikan.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Ibu Shinta Nuriyah yang menyoroti derasnya arus informasi dan perubahan sumber belajar di era digital. Ia mempertanyakan kompetensi yang harus dimiliki pendidik dan peserta didik agar tidak terjebak maupun dirugikan oleh lonjakan informasi yang begitu cepat dan masif.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan pentingnya penguatan kompetensi literasi informasi, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan memanfaatkan AI secara bijak. Di tengah fenomena information overload , kemampuan menyaring, memverifikasi, dan mengevaluasi informasi dinilai sebagai keterampilan yang sangat penting agar teknologi benar-benar menjadi sarana penguatan kualitas pembelajaran.

Sementara itu, pertanyaan yang tidak kalah menarik disampaikan oleh Dr. Hamzah, dosen Pendidikan Bahasa Arab IAIN Parepare. Ia mengangkat fenomena paradoks digital di Indonesia, yaitu ketika tingkat penggunaan internet nasional telah mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk, tetapi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan literasi membaca dan literasi digital peserta didik.

Dalam pertanyaannya, Dr. Hamzah mengungkapkan kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang digitalisasi dan penggunaan AI terhadap kemampuan berpikir generasi muda Indonesia.

"Apakah digitalisasi dan penggunaan AI saat ini benar-benar akan meningkatkan literasi peserta didik Indonesia, atau justru menjadi bumerang yang dalam 10 hingga 15 tahun ke depan membuat generasi muda hanya menjadi konsumen teknologi dan AI tanpa kemampuan analitis, reflektif, serta kritis yang memadai?” tanyanya.

Pertanyaan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta karena menyentuh salah satu isu strategis pendidikan nasional. Narasumber menjelaskan bahwa akses terhadap teknologi tidak secara otomatis meningkatkan kualitas literasi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dan teknologi digital harus diarahkan untuk memperkuat budaya membaca, berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah, bukan sekadar mempermudah pekerjaan akademik secara instan.

Sejalan dengan itu, Dr. Ahdar dalam pemaparannya kembali menegaskan pentingnya konsep human in the loop , yaitu menempatkan manusia sebagai pengendali utama dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung proses pembelajaran, sedangkan keputusan pedagogis, pembentukan karakter, dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan tetap berada di tangan pendidik.


Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menunjukkan bahwa tantangan pendidikan di era disrupsi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas intelektual dan karakter peserta didik. Forum IGLoPAS pun menjadi ruang refleksi bersama bagi akademisi dan praktisi pendidikan untuk merumuskan strategi menghadapi masa depan pendidikan yang semakin terdigitalisasi tanpa kehilangan dimensi humanistiknya.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana IAIN Parepare kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan forum akademik yang responsif terhadap perkembangan zaman sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis demi kemajuan pendidikan Indonesia.

di dalam Berita
Literasi Digital dan Humanisme Pendidikan Jadi Sorotan IGLoPAS Seri III Pascasarjana IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare 11 Juni 2026
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar