Humas IAIN Parepare - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare menetapkan sejumlah program prioritas dalam agenda 100 Hari Kerja Tahun 2026 pada Selasa, 8 Juni 2026. Langkah ini menjadi strategi awal untuk memperkuat tata kelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta transformasi digital kelembagaan.
Program yang disusun dalam tiga tahapan pelaksanaan, mulai Juni hingga Agustus 2026, ini menjadi peta jalan (roadmap) percepatan kinerja LP2M dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak dan berkelanjutan.
Pada Tahap I (hari ke-1 hingga ke-30) yang berlangsung sepanjang Juni, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan fondasi kelembagaan. Agenda utamanya meliputi pelaksanaan Bimbingan Teknis RISPRO, persiapan skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mencakup KKN Kolaborasi dan KKN Internasional, finalisasi roadmap pengembangan lembaga, pembaruan dashboard pangkalan data, serta peningkatan kualitas publikasi melalui pembaruan data SINTA secara berkala.
Memasuki Tahap II (hari ke-31 hingga ke-60) pada Juli, LP2M akan memperkuat branding kelembagaan melalui penyusunan video profil serta pelaksanaan KKN Mandiri, KKN Reguler, KKN Kolaborasi, dan KKN Internasional. Selain itu, penguatan sumber daya manusia dilakukan melalui pembentukan dan pendampingan tim riset serta tim pengabdian. Pada bidang publikasi, LP2M menargetkan pendampingan artikel ilmiah agar mampu terindeks pada jurnal bereputasi internasional, termasuk Scopus.
Sementara itu, Tahap III (hari ke-61 hingga ke-100) pada Agustus difokuskan pada evaluasi dan penguatan keberlanjutan program. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi monitoring dan evaluasi (monev) program, sosialisasi roadmap LP2M, finalisasi dashboard digital, serta pembentukan konsorsium penelitian dan pengabdian se-Kota Parepare guna memperluas jejaring kolaborasi akademik.


Ketua LP2M IAIN Parepare, Dr. Muhammad Majdy, menegaskan bahwa target ini merupakan upaya konkret untuk menjadikan lembaga lebih produktif.
"Melalui program 100 hari kerja ini, kami ingin memastikan transformasi lembaga berjalan lebih adaptif dan produktif sehingga riset serta pengabdian yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi institusi dan masyarakat luas," tegas Majdy.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris LP2M IAIN Parepare, Dr. Muhammad Ismail, menambahkan bahwa program ini disusun agar setiap capaian lebih terukur.
"Kami telah merancang roadmap yang terstruktur agar setiap agenda memiliki target yang jelas sehingga ekosistem penelitian dan pengabdian menjadi lebih berkualitas, kolaboratif, serta berdampak signifikan bagi semua pihak," ujar Ismail.
Ia optimistis langkah ini dapat menciptakan ekosistem akademik yang unggul di tingkat lokal maupun nasional. Melalui sinergi dalam konsorsium dan digitalisasi yang terintegrasi, LP2M IAIN Parepare siap menghadirkan inovasi berkelanjutan bagi pengembangan institusi pada masa depan.
Kontributor : Nur Aeni K
Editor : Sri Rahayu