Skip ke Konten

OBE dan Kampus Berdampak, Mahasiswa KPI IAIN Parepare Hadirkan Solusi Komunikasi Publik

20 Mei, 2026 oleh
OBE dan Kampus Berdampak, Mahasiswa KPI IAIN Parepare Hadirkan Solusi Komunikasi Publik
Humas IAIN Parepare
| Seri 31

Humas IAIN Parepare — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare menghadirkan model pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) dan paradigma Kampus Berdampak melalui kegiatan mini riset lapangan pada mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia.

Sebanyak 12 kelompok mahasiswa diterjunkan langsung ke berbagai institusi publik di Kota Parepare, mulai dari dinas pemerintahan, lembaga layanan informasi, perpustakaan daerah, hingga toko buku. Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi persoalan komunikasi nyata yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus merancang solusi komunikasi yang aplikatif dan berdampak.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Sumarni Sumai, menjelaskan bahwa pendekatan OBE dalam pembelajaran tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menghasilkan solusi nyata atas persoalan sosial di bidang komunikasi.

“Mahasiswa harus mampu menghadirkan dampak nyata melalui keilmuan komunikasi. Kampus tidak boleh terpisah dari persoalan masyarakat. Karena itu, pembelajaran dirancang agar mahasiswa turun langsung melakukan mini riset dan menyusun solusi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Secara akademik, kegiatan ini didukung teori Experiential Learning dari David Kolb yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi secara teoritis, tetapi juga mengalami secara langsung dinamika komunikasi publik melalui observasi lapangan, analisis masalah, hingga penyusunan strategi komunikasi.

Selain itu, pendekatan pembelajaran juga mengadopsi konsep Problem Based Learning (PBL) yang mendorong mahasiswa belajar melalui pemecahan masalah sosial secara nyata. Dalam pendekatan tersebut, mahasiswa ditempatkan sebagai problem solver yang dituntut mampu mengidentifikasi persoalan komunikasi, menganalisis penyebab, lalu merancang solusi yang adaptif dan aplikatif.

Implementasi paradigma Kampus Berdampak dalam kegiatan ini juga terlihat melalui penerapan konsep Triple Helix yang menekankan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi sosial. Melalui mini riset tersebut, kampus hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membantu penyelesaian persoalan komunikasi publik di daerah.

Salah satu kelompok mahasiswa melaksanakan mini riset di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Parepare. Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan adanya kesenjangan informasi publik (communication gap) pada media sosial instansi, khususnya terkait layanan aduan masyarakat “LaporPakWali”.

Mahasiswa menilai informasi layanan aduan belum ditampilkan secara strategis di media sosial sehingga masyarakat kesulitan menemukan akses pelaporan. Selain itu, sebagian laporan yang masuk dinilai belum relevan akibat rendahnya literasi etika pelaporan digital masyarakat.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa merancang program komunikasi bertajuk “Optimalisasi & Edukasi Bijak Lapor Diskominfo”. Program ini memadukan kampanye media digital, poster informatif berbasis QR Code, serta video edukasi pendek dengan pendekatan edu-tainment yang disesuaikan dengan budaya komunikasi masyarakat digital.

Pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Parepare menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mini riset mahasiswa tersebut. Menurut mereka, kehadiran mahasiswa memberikan perspektif baru dalam melihat persoalan komunikasi publik, khususnya dalam pengelolaan media sosial dan edukasi layanan digital kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu kami, terutama dalam melihat bagaimana pola komunikasi digital masyarakat saat ini. Mahasiswa mampu memberikan ide-ide kreatif yang relevan dengan budaya media sosial. Kami berharap kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini dan dapat terus berlanjut melalui kolaborasi kampus dengan instansi pemerintah,” ungkap salah satu pihak Diskominfo.

Kegiatan mini riset ini menjadi implementasi nyata konsep Outcome Based Education yang menekankan capaian kompetensi mahasiswa melalui output konkret berupa hasil riset, analisis persoalan komunikasi, serta rancangan program komunikasi publik yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan analisis sosial, keterampilan riset lapangan, serta kapasitas merancang strategi komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan media dan kebutuhan masyarakat digital di era komunikasi modern.



Penulis : Sumarni Sumai

Editor : Suherman

 

di dalam Berita
OBE dan Kampus Berdampak, Mahasiswa KPI IAIN Parepare Hadirkan Solusi Komunikasi Publik
Humas IAIN Parepare 20 Mei 2026
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar