Humas IAIN Parepare --- Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare kembali menggelar kegiatan Journalistic Festival & Camp sebagai ruang kreatif, edukatif, dan inspiratif bagi generasi muda yang memiliki minat pada dunia media, literasi digital, dan kreativitas komunikasi. Mengusung tema “Jurnalis Edukatif: Nyalakan Api Literasi di Era Digital”, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi kreatif bagi pelajar dalam menghadapi tantangan perkembangan media dan banjir informasi digital (16-17 Mei 2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Gedung FUAD dan Ballroom Laboratorium Tetpadu IAIN Parepare tersebut diikuti oleh 91 peserta utusan sekolah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Para peserta berkompetisi dalam empat cabang lomba, yaitu fotografi, infografis, videografi, dan puisi. Selain kompetisi, peserta juga mengikuti rangkaian camp, pelatihan media kreatif, diskusi literasi, dan penguatan keterampilan komunikasi digital.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sivitas akademika Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, dosen, mahasiswa, guru pendamping, serta para tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap penguatan budaya literasi dan kreativitas media di kalangan generasi muda.


Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FUAD IAIN Parepare, Prof. Dr. Iskandar, M.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Studi Jurnalistik Islam memiliki relevansi yang semakin kuat di tengah era disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Di era disrupsi saat ini, dunia media membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi komunikasi, tetapi juga memiliki literasi kritis, integritas moral, dan sensitivitas sosial. Prodi Jurnalistik Islam hadir menjawab tantangan itu melalui integrasi keterampilan media, literasi digital, dan nilai-nilai keislaman yang moderat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare, Nahrul Hayat, M.I.Kom., dalam sambutannya memaparkan visi keilmuan prodi JI yg konsern terhadap isu literasi informasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya dan Islam. Ia juga menjelaskan bahwa JFC bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi ruang pembelajaran tentang pentingnya literasi, integritas informasi, dan tanggung jawab media di era digital.
“Di masa depan, media dan jurnalisme tidak lagi dihargai hanya karena kemampuan membuat konten, tetapi karena kemampuan menjaga akurasi, integritas, dan kredibilitas informasi. Di tengah dunia digital yang dipenuhi arus informasi cepat dan AI-generated content, integritas informasi akan menjadi sesuatu yang semakin langka sekaligus semakin berharga,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda hari ini menghadapi tantangan besar berupa misinformasi, disinformasi, malinformasi dan manipulasi digital yang semakin kompleks. Karena itu, Prodi Jurnalistik Islam IAIN Parepare ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis media, tetapi juga membangun kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial generasi muda.
“AI bisa menghasilkan konten, tetapi hanya manusia yang bisa menghadirkan nurani. Karena itu kami ingin membangun generasi kreator media yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, nilai, dan integritas,” tambahnya.

Melalui tema “Jurnalis Edukatif: Nyalakan Api Literasi di Era Digital”, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya literasi di kalangan pelajar. Fotografi mengajarkan cara melihat realitas, videografi mengajarkan cara bercerita, infografis melatih kemampuan menyederhanakan informasi, sementara puisi melatih kepekaan dan daya refleksi generasi muda terhadap lingkungan sosialnya.
Sebagai salah satu kegiatan unggulan Prodi Jurnalistik Islam IAIN Parepare, JFC juga menjadi bagian dari implementasi kurikulum berbasis OBE dan MBKM yang menekankan pengalaman praktik, kreativitas media, dan kolaborasi dunia pendidikan dengan industri kreatif digital. Para peserta diperkenalkan dengan ekosistem media modern melalui pelatihan multimedia, storytelling digital, dan eksplorasi media berbasis nilai dan budaya lokal.
Dengan atmosfer kreatif, kolaboratif, dan edukatif, diharapkan menjadi ruang lahirnya generasi muda yang mampu menjaga literasi, menghadirkan karya bermakna, dan menjadi bagian dari masa depan media digital Indonesia yang lebih sehat dan berintegritas.
Sumber : Kaprodi JI
Editor : Suherman