Humas IAIN Parepare - Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) semester enam melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare pada, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi praktis sekaligus pemenuhan tugas pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Praktikum Pengelolaan Zakat Wakaf yang diampu oleh Misdar.
Rombongan mahasiswa langsung disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Kota Parepare, Irwan Yusuf Caco, bersama 10 orang mahasiswa yang tengah menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lembaga tersebut. Suasana kekeluargaan yang erat langsung terasa sejak awal pertemuan, menciptakan ruang diskusi yang nyaman bagi para peserta sebelum diarahkan menuju ruangan khusus untuk mendengarkan pemaparan materi utama.
Dalam sesi tersebut, Irwan Yusuf Caco memaparkan secara mendalam mengenai mekanisme pelaksanaan pengumpulan zakat dari para muzakki (pemberi zakat) hingga proses penyalurannya kembali kepada masyarakat yang berhak menerima Zakat, Infak, dan Sedekah. Ia juga menjelaskan strategi BAZNAS dalam menjalin kerja sama dengan berbagai instansi guna mengoptimalkan pengumpulan zakat profesi dari gaji para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah.
Terkait strategi pencapaian target, Ketua BAZNAS menekankan pentingnya metode jemput bola demi memaksimalkan potensi ZIS di Kota Parepare. "Kita harus proaktif melakukan gerakan door-to-door, baik dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga maupun mengunjungi instansi terkait. Ke depan, peluang pengelolaan zakat akan lebih maksimal jika seluruh ASN konsisten menunaikan zakat profesinya sebesar 2,5 persen dari penghasilan bulanan," ujar Irwan Yusuf Caco di hadapan mahasiswa.

Lebih lanjut, Irwan juga tidak menampik adanya tantangan besar yang membayangi profesionalisme pengelolaan dana umat saat ini. Ia menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menjaga agar petugas amil zakat tetap bersikap profesional dan konsisten menjaga integritas di lapangan. Oleh karena itu, menurutnya, kehadiran program pelatihan yang berkelanjutan bagi para petugas amil menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Kegiatan ini pun berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terbukti dari banyaknya tanggapan positif yang diberikan oleh peserta. Nur Alisha Pratiwi, salah satu mahasiswi peserta kunjungan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi.
"Selama ini kami hanya mempelajari teori di perkuliahan, tetapi melalui penjelasan langsung dari Ketua BAZNAS, saya jadi lebih memahami sistem riil di lapangan. Momen paling berkesan adalah saat bisa bertanya langsung terkait tata kelola dana umat serta tantangan nyata yang dihadapi BAZNAS," ungkap Alisha.
Dosen pengampu, Misdar mengatakan kunjungan industri ini dinilai memberikan manfaat yang sangat besar dalam mengoptimalkan kompetensi mahasiswa prodi Mazawa sebelum memasuki dunia kerja. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena selain materi yang di dapatkan di kelas, mereka langsung melihat praktiknya di lapangan dengan turun langsung ke baznas untuk melihat dan mengetahui pengeloalaan zakat di masyarakat melalui baznas, dan mahasiswa antusias untuk mengikutinya," ungkap Misdar.
Penulis : Irmawati
Editor : Mifda Hilmiyah