Humas IAIN Parepare - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi membuka perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pembukaan Kuliah Umum yang berlangsung di Auditorium IAIN Parepare, pada hari Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal TV IAIN Parepare dan dihadiri jajaran pimpinan, dosen, tamu undangan, serta ribuan mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan akademik yang disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Zulfah, M.Pd. Dalam laporannya, Dr. Zulfah memaparkan kesiapan akademik dalam menyambut semester baru, termasuk evaluasi pembelajaran serta penguatan infrastruktur dan pelayanan akademik.
Selanjutnya, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara simbolis. Dalam sambutannya, Rektor mengajak seluruh civitas academica, khususnya mahasiswa baru dan mahasiswa aktif, untuk berani menetapkan cita-cita besar dan mewujudkannya melalui penguasaan ilmu pengetahuan.
“Jangan takut bermimpi besar, para mahasiswa, tetapi ingat harus diikuti dengan ilmu,” pesan Prof. Darmawati.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, S.E., M.H. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap keberadaan IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi yang memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berakhlak mulia, khususnya bagi Kota Parepare dan Sulawesi Selatan.
Puncak kegiatan diisi dengan orasi ilmiah oleh Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Parepare, Dr. Ahmad Dzul Ilmi S., M.M. Ia mengangkat tema “From Local Wisdom to Global Impact: Strategi Membangun Reputasi dan Daya Saing Perguruan Tinggi di Era Digital”.

Dalam orasinya, Dr. Dzul Ilmi membahas tantangan dan peluang perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kehadiran AI harus disikapi secara bijak karena teknologi dapat membantu berbagai aktivitas akademik, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam menentukan kebenaran, etika, manfaat, dan solusi.
“AI dapat membantu kita menulis, menganalisis, menerjemahkan, dan mencari pola. Namun, manusialah yang menentukan kebenaran, etika, manfaat, dan solusinya. Kampus bukan sekadar tempat transfer pengetahuan, melainkan sebuah ekosistem penciptaan nilai (value creation) yang memberi dampak nyata bagi peradaban,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi perlu memiliki identitas yang kuat agar mampu bersaing di tengah perubahan global. Dalam konteks tersebut, local wisdom dinilai bukan sekadar warisan budaya, tetapi dapat menjadi sumber kekuatan dalam membangun karakter, keunggulan, dan reputasi perguruan tinggi.
Untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi, Dr. Dzul Ilmi menawarkan tiga fondasi yang dirangkum dalam konsep Roots, Competence, dan Reach. Menurutnya, roots menggambarkan pentingnya memiliki akar nilai yang kuat melalui nilai-nilai agama, kebudayaan lokal, dan integritas. Fondasi tersebut kemudian harus diperkuat dengan competence , yakni penguasaan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas institusi, dan profesionalisme dosen.
Sementara itu, reach menggambarkan pentingnya memperluas jangkauan perguruan tinggi melalui jejaring internasional, riset kolaboratif, dan publikasi ilmiah bereputasi. Ketiga unsur tersebut, menurutnya, harus berjalan secara beriringan agar perguruan tinggi tidak kehilangan identitas ketika memasuki ruang persaingan global.
“Akar yang kuat akan menopang pohon yang tumbuh tinggi hingga buahnya dapat dinikmati oleh masyarakat dunia,” tambahnya.
Tidak berhenti pada gagasan strategis, Dr. Dzul Ilmi juga mengajak sivitas akademika membangun budaya akademik melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ia mendorong mahasiswa dan dosen untuk memperluas bacaan dan perspektif melalui Read More, memperdalam kemampuan berpikir kritis melalui Think Deeper, serta menghasilkan karya, inovasi, tulisan, dan solusi melalui Create Something.
Selain itu, ia mengajak civitas academica untuk membangun jejaring dan kolaborasi melalui Connect serta memastikan setiap pengetahuan dan karya yang dihasilkan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui Give Impact.


Dr. Dzul Ilmi juga menekankan posisi mahasiswa sebagai brand ambassador institusi. Menurutnya, prestasi, perilaku, dan karakter mahasiswa menjadi bagian penting dalam membentuk citra IAIN Parepare di tengah masyarakat. Sementara itu, dosen diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, peneliti, mentor, pencipta, dan role model di era digital.
“Berakar pada nilai, bertumbuh melalui ilmu, berdampak bagi dunia. Mari jadikan visi sebagai gerakan, misi sebagai perilaku, dan strategi sebagai kebiasaan sehari-hari,” tuturnya.
Selain Dr. Dzul Ilmi, orasi ilmiah dalam Pembukaan Kuliah Umum tersebut juga disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, Dr. Ahmad Yani, M.Hum. Ia membawakan materi bertajuk “Dari Perang Makassar hingga Hari Ini: Migrasi, Akulturasi, dan Peran Bugis-Makassar dalam Merajut Nusantara”.
Pembukaan Kuliah Umum IAIN Parepare berlangsung lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus momentum untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan kompetensi, dan mendorong kontribusi IAIN Parepare agar semakin berdampak di tingkat lokal, nasional, hingga global.
Kontributor: Ardi
Editor: Sri Rahayu