Skip ke Konten

Membumikan Pancasila dan Islam Moderat melalui Sinergi Malebbi

Oleh: Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd. (Rektor IAIN Parepare )
31 Mei, 2026 oleh
Membumikan Pancasila dan Islam Moderat melalui Sinergi Malebbi
Humas IAIN Parepare
| Seri 27



Humas IAIN Parepare --- Momentum Hari Lahir Pancasila selalu menuntut kita untuk menengok kembali watak dasar ideologi ini. Sejarah mencatat bahwa Pancasila bukanlah dogma kaku yang jatuh dari ruang hampa, melainkan sebuah mahakarya kompromi politik, sosial, dan budaya yang sangat matang antara elemen kebangsaan dan religius. 

Ketangguhannya telah diuji semenjak era polarisasi geopolitik Perang Dingin, membuktikan kemampuannya untuk menyatukan bangsa yang majemuk di tengah berbagai gejolak ideologi global. Hari ini, di tengah pergeseran lanskap global yang bergerak ke arah multipolar, Pancasila kembali menghadapi ujian yang tidak kalah sengit, namun dengan medan juang yang telah berpindah: ruang digital dan institusi pendidikan. Tantangan ini menuntut adaptasi dan inovasi dalam cara kita memahami serta menginternalisasikan nilai-nilai luhur Pancasila.

Di era kontemporer, disrupsi digital membawa tantangan berupa perang opini dan fenomena ruang gema (echo chamber) akibat algoritma media sosial. Realitas ini rentan mengikis kohesi sosial, melahirkan polarisasi ekstrim, serta mereduksi empati melalui tindakan perundungan siber (cyberbullying). Informasi yang salah (hoaks) dan ujaran kebencian menyebar dengan cepat, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi dialog konstruktif dan pemahaman antar sesama. 

Kondisi dilematis ini menjadi alarm keras bagi masa depan dunia pendidikan. Institusi pendidikan tinggi tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading yang melahirkan lulusan berorientasi nilai kognitif semata, melainkan harus bertindak sebagai laboratorium etis yang membumikan Pancasila secara konkret ke dalam ekosistem akademik. Peran kampus sebagai benteng moral dan intelektual menjadi semakin krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.

Bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), khususnya IAIN Parepare, tantangan ini dijawab secara visioner melalui penyelarasan kebijakan nasional dengan karakteristik lokal. Di bawah visi kepemimpinan kami, Pancasila dan nilai Islam Moderat tidak ditempatkan sebagai jargon hafalan yang kering makna, melainkan diintegrasikan secara holistik ke dalam arsitektur tata kelola kampus yang Adaptif, Profesional, dan Berdaya Saing Global. 

Pendekatan ini memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan menjadi landasan setiap kebijakan dan program akademik. Ikhtiar ini mengakar kuat pada Grand Strategy “Sinergi MALEBBI”, sebuah manifesto yang memadukan manajemen modern dengan kearifan lokal Bugis yang Mulia dan Santun. Konsep Malebbi, yang berarti mulia, santun, dan beradab, menjadi filosofi yang membimbing seluruh civitas akademika. Karakter Malebbi inilah yang menjadi antitesis lokal terhadap liarnya individualisme, konsumerisme, dan hilangnya keadaban di era digital, menawarkan sebuah model pendidikan yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya dan agama.

Aktualisasi Pancasila dalam merespons dinamika geopolitik global diproyeksikan secara taktis melalui pilar Bridge to Global. Melalui program terobosan seperti Global Bridge yang melibatkan alumni luar negeri serta penerapan Skill-Based Electives (sertifikasi keahlian digital global), IAIN Parepare sedang menyiapkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya kompetitif di pasar kerja internasional, tetapi juga kokoh secara ideologis. Program-program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan tuntutan global, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang Pancasila sebagai dasar negara dan Islam Moderat sebagai pandangan hidup. 

Di sinilah inklusivitas Pancasila dan esensi Islam Moderat mewujud: menjadi jembatan kolaborasi internasional tanpa harus kehilangan jati diri dan akar budaya nusantara. IAIN Parepare berupaya menciptakan lulusan yang mampu berinteraksi dengan dunia global tanpa tercerabut dari identitas keindonesiaan dan keislaman mereka, menjadi duta-duta perdamaian dan toleransi di kancah internasional.

Lebih jauh, internalisasi nilai-nilai luhur dasar negara ini harus bermuara pada penguatan keadilan sosial dan kemandirian institusi yang berdampak langsung pada masyarakat. Melalui konsep Eco-Campus yang didorong lewat inisiatif fisik seperti IAIN Parepare Halal Food-Hub & Creative Space, perguruan tinggi bertransformasi menjadi penggerak ekonomi sirkular yang inklusif. Konsep Eco-Campus tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal dan penciptaan ekosistem yang mendukung inovasi dan kewirausahaan. 

Halal Food-Hub & Creative Space, misalnya, menjadi wadah bagi pengembangan produk halal dan ekonomi kreatif, melibatkan masyarakat sekitar kampus dalam rantai nilai ekonomi. Ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berhenti pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Ketika kampus mampu mensinergikan tata kelola yang modern (Modern Administration), ketangkasan inovasi (Agile & Adaptive), dan keluhuran budi (Malebbi), maka perayaan Hari Lahir Pancasila telah naik kelas. Ia tidak lagi diperingati sebatas ritual seremonial tahunan, melainkan telah menjelma menjadi energi hidup yang menggerakkan peradaban dari daerah untuk dunia, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara. 

Dengan demikian, IAIN Parepare tidak hanya mencetak cendekiawan, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan Islam Moderat dalam setiap aspek kehidupan, baik di tingkat lokal maupun global.



Kontributor : Tasrif

di dalam Opini
Membumikan Pancasila dan Islam Moderat melalui Sinergi Malebbi
Humas IAIN Parepare 31 Mei 2026
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar