Skip ke Konten

Menuntaskan Amanah, Memudahkan Sesama

Oleh: Dr. Zulfah Fakhruddin, M.Pd. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Parepare)
8 Juni, 2026 oleh
Menuntaskan Amanah, Memudahkan Sesama
Humas IAIN Parepare
| Seri 27



Humas IAIN Parepare --- Ada satu hal sederhana yang sering luput dari perhatian kita dalam dunia kerja. Kita mengira bahwa menyelesaikan tugas hanyalah urusan pribadi, sesuatu yang harus dituntaskan karena memang menjadi tanggung jawab yang melekat pada jabatan masing-masing. Padahal, jika dicermati lebih dalam, setiap pekerjaan yang kita selesaikan sesungguhnya memiliki pengaruh terhadap pekerjaan orang lain.

Di sebuah lembaga, tidak ada pekerjaan yang benar-benar berdiri sendiri. Semua saling terhubung. Apa yang dikerjakan seseorang hari ini akan menjadi dasar bagi pekerjaan orang lain pada hari berikutnya. Sebuah surat yang selesai diproses, laporan yang disusun tepat waktu, data yang diperbarui dengan baik, atau layanan yang diberikan secara cepat, semuanya menjadi bagian dari rangkaian kerja yang saling berkaitan.

Karena itu, ketika kita menuntaskan tugas dengan baik, sesungguhnya kita tidak hanya sedang menjalankan kewajiban pribadi. Kita juga sedang membantu rekan kerja agar dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih mudah dan lebih lancar.

Sebaliknya, ketika sebuah pekerjaan tertunda, dampaknya sering kali tidak berhenti pada satu orang. Keterlambatan kecil dapat menjalar menjadi hambatan yang lebih besar. Ada pekerjaan lain yang harus menunggu. Ada proses yang menjadi lambat. Ada pelayanan yang tertunda. Pada akhirnya, yang terdampak bukan hanya individu tertentu, melainkan seluruh sistem kerja yang ada.

Kesadaran inilah yang menurut saya perlu terus dirawat dalam kehidupan organisasi. Bekerja bukan semata-mata soal menyelesaikan daftar tugas harian. Bekerja adalah tentang bagaimana kita menjaga kepercayaan satu sama lain. Sebab kepercayaan dalam sebuah lembaga tumbuh ketika setiap orang dapat diandalkan untuk menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, semangat seperti ini menjadi sangat penting. Kampus adalah rumah besar yang dihuni oleh banyak unsur dengan peran yang berbeda-beda. Ada dosen yang menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ada tenaga kependidikan yang memastikan seluruh layanan akademik dan administrasi berjalan dengan baik. Ada pimpinan yang mengarahkan kebijakan dan langkah pengembangan institusi. Semuanya memiliki tugas masing-masing, tetapi tujuan yang ingin dicapai tetap satu.

Itulah sebabnya kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Ia tumbuh dari kontribusi banyak pihak yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh. Ketika setiap bagian bekerja sebagaimana mestinya, roda organisasi bergerak dengan baik. Sebaliknya, ketika satu bagian berhenti atau melambat, bagian lain akan ikut merasakan dampaknya.

Dari sini kita dapat memahami bahwa kolaborasi tidak selalu harus dimaknai sebagai bekerja bersama dalam satu ruangan atau satu program. Kolaborasi yang paling mendasar justru dimulai dari kesediaan setiap orang untuk menyelesaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ketika masing-masing menjalankan perannya dengan baik, sesungguhnya mereka sedang membangun kerja sama yang kokoh.

Saat ini perguruan tinggi menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Tuntutan peningkatan mutu akademik, penguatan riset, pelayanan publik yang semakin baik, hingga percepatan transformasi kelembagaan membutuhkan energi bersama. Semua itu tidak akan tercapai hanya dengan instruksi atau kebijakan. Ia memerlukan komitmen dari setiap individu yang menjadi bagian dari institusi.

Karena itu, saya percaya bahwa salah satu bentuk kontribusi paling nyata yang dapat kita berikan kepada lembaga adalah bekerja dengan sungguh-sungguh pada bidang tugas masing-masing. Mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sanalah banyak hal besar bermula. Ketepatan waktu, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesediaan untuk menuntaskan amanah merupakan fondasi yang membuat sebuah organisasi mampu melangkah lebih jauh.

Pada akhirnya, keberhasilan bersama bukanlah hasil dari kerja yang paling menonjol, melainkan akumulasi dari banyak pekerjaan yang diselesaikan dengan baik oleh orang-orang yang memahami perannya. Ketika setiap amanah ditunaikan dengan penuh tanggung jawab, kita tidak hanya menyelesaikan pekerjaan kita sendiri. Kita juga sedang memudahkan pekerjaan orang lain, memperkuat kebersamaan, dan membawa institusi bergerak menuju tujuan yang sama.

Sebab dalam organisasi, membantu sesama tidak selalu dilakukan dengan kata-kata atau tindakan besar. Kadang-kadang, cara paling sederhana untuk membantu adalah dengan menuntaskan amanah yang telah dipercayakan kepada kita.

Kontributor : Tasrif

Editor  ​: Suherman

di dalam Opini
Menuntaskan Amanah, Memudahkan Sesama
Humas IAIN Parepare 8 Juni 2026
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar