Setiap tanggal 1 Juni, bangsa ini kembali diingatkan pada satu hal yang sederhana, tetapi sangat mendasar, yaitu tentang dasar bersama yang mempersatukan Indonesia. Namun, lebih dari sekadar peringatan sejarah, Hari Lahir Pancasila merupakan ruang refleksi, tentang bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar hadir dalam kehidupan kita saat ini, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, perguruan tinggi berada pada posisi yang cukup menantang. Di satu sisi, perguruan tinggi dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan global. Di sisi lain, perguruan tinggi juga memikul tanggung jawab untuk menjaga nilai, etika, dan arah kebangsaan. Dalam keseimbangan inilah Pancasila menemukan relevansinya yang terus hidup.
Di lingkungan perguruan tinggi, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara atau materi dalam ruang kuliah. Pancasila harus hadir dalam cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan membangun budaya akademik. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial seharusnya tercermin dalam tata kelola institusi yang adil, transparan, dan berintegritas.
IAIN Parepare memandang bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang pembentukan karakter. Kampus merupakan tempat ilmu, nilai, dan kepribadian tumbuh secara bersamaan. Oleh karena itu, setiap proses akademik tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab moral untuk membentuk manusia yang utuh.
Kita juga tidak menutup mata bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan. Perkembangan teknologi informasi membawa banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan persoalan baru, mulai dari menurunnya kedalaman berpikir, tantangan terhadap integritas akademik, hingga kecenderungan mengejar hasil secara instan. Dalam kondisi seperti ini, Pancasila menjadi pengingat yang sangat penting agar arah pendidikan tidak kehilangan jati dirinya.
Nilai kemanusiaan dalam Pancasila, misalnya, menuntut kita untuk menjaga kejujuran dalam dunia akademik. Nilai persatuan mengingatkan bahwa perbedaan pandangan di lingkungan kampus merupakan sesuatu yang wajar dan harus dikelola secara dewasa. Sementara itu, nilai keadilan sosial menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan ruang yang setara bagi setiap anak bangsa tanpa kecuali.
Dalam aspek tata kelola, nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai wacana. Nilai-nilai itu harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan, mulai dari perencanaan akademik, pengelolaan sumber daya, hingga pelayanan kepada sivitas akademika. Perguruan tinggi yang baik bukan hanya yang tertib secara administratif, tetapi juga yang menghadirkan rasa keadilan dan kepercayaan di dalamnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat yang terus hidup. Bahwa tugas perguruan tinggi bukan hanya mencetak lulusan, melainkan membentuk manusia yang berpengetahuan sekaligus berkarakter, yang mampu berpikir kritis sekaligus menjaga nilai.
Pada akhirnya, Pancasila bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Pancasila hadir dalam cara kita bersikap, menghargai perbedaan, dan menjalankan amanah. Di perguruan tinggi, nilai tersebut menjadi semakin penting sebagai fondasi untuk menjaga arah pendidikan agar tetap berpihak pada kemanusiaan dan masa depan bangsa.
Kontributor : Tasrif
Editor : Sri Rahayu