Dalam Sehari, 275 Mahasiswa Mengikuti Yudisium

Dalam Sehari, 275 Mahasiswa Mengikuti Yudisium

Humas IAIN Parepare — Secara bersamaan, empat Fakultas dalam lingkup Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan Yudisium mahasiswa hari ini, Selasa, 24/01/2020. Meski jadwal waktu dan tempat yudisium yang berbeda.

Dari data yang dihimpun, total jumlah mahasiswa yang mengikuti Yudisium sebanyak 275 orang mahasiswa dari empat Fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Ada pun rincian jumlah peserta yang mengikuti Yudisium hari ini yaitu Fakultas Tarbiyah sebanyak 107 orang mahasiswa. Terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam 55 orang, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab 11 orang dan 41 orang dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam meyudisium 75 orang mahasiswanya dengan rincian 55 orang mahasiswa dari Program Studi Hukum Ekonomi Islam (HEI), 15 orang mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan 3 orang mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Peraih IPK tertinggi, yaitu Arlianah (3,97), Melani Dwi Wulandari (3.94), Ani Muslimin dan Nor Risnawati (3.92).

Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam meyudisium 57 orang mahasiswa. Program Studi Perbankan Syariah berkontribusi 55 orang mahasiswa. Sisanya datang dari Program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 2 orang mahasiswa. Peraih IPK tertinggi adalah Zul Fachri Husein dengan IPK sempurna 4.00.

Hari yang sama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, bertempat di ruang Seminar, KH. Abd. Halim K., selaku Dekan meyudisium mahasiswanya sebanyak 36 orang. Fitteri Anti, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah diumumkan sebagai peraih IPK tertinggi, yaitu 3,97 dengan masa kuliah 4 tahun 2 bulan dan 15 hari saat mengikuti Yudisium.

“Izinkan saya meyudisium saudara-saudari sebagai lulusan program sarjana strata satu sehingga saudara dan saudari diberi hak, kehormatan dan kewajiban yang bertalian dengan gelar akademik yang saudara capai sesuai perundang-undangan dan tradisi akademik yang berlaku,” kata KH. Abd. Halim K.

Pada tempat berbeda, Dekan Fakultas Tarbiyah, H. Saepudin saat meyudisium mengingatkan kepada mahasiswa agar selalu bersyukur dan dengan gelar sarjana yang telah didapatkan menjadi awal yang baru ke jenjang pendidikan berikutnya yakni strata II.

“Kita semua meski bersyukur karena telah memperoleh gelar sarjana khusunya bersyukur kepada orang tua.Sarjana adalah orang-orang yang cinta terhadap ilmu, senang mengembangkan ilmu maka jangan pernah berhenti untuk terus belajar dengan ilmu yang sekarang kemudian bisa dikembangkan”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *