Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Mengklarifikasi Kasus Ketidakpuasan Mahasiswa Terhadap Nilai Akhir Mata Kuliah

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Mengklarifikasi Kasus Ketidakpuasan Mahasiswa Terhadap Nilai Akhir Mata Kuliah

Humas IAIN Parepare — Awal perkuliahan semester genap ini menjadi momentum yang tepat bagi Dekan Fakultas Ekomnomi dan Bisnis Islam (FEBI) untuk menjelaskan kepada publik, khususnya mahasiswa IAIN Parepare terkait kasus tidakpuasan mahasiswa yang terjadi beberapa bulan lalu, di mana salah satu mahasiswa program studi Perbankan Syariah tidak puas dengan nilai akhir mata kuliah Manajemen Aset dan Liabilitas dan menganggap dosen pengampuh mata kuliah berlaku tidak fair karena menghubungkan pembelian buku dengan nilai akhir mata kuliah.

Klarifikasi tersebut disampaikan Dekan FEBI secara tertulis kepada tim pengelola Website IAIN Parepare, Senin, 15/3/2021. Dalam klarifikasinya, Dekan FEBI menyebutkan ketika mendengar dan menonton langsung video mahasiswa tersebut dan viral kemana-mana, Dekan FEBI langsung merespon dan menangani kasus tersebut dengan menggelar rapat pimpinan fakultas, berkoordinasi dengan pimpinan institut, dan berminta tanggapan dari dosen PA. Pimpinan Fakultas kemudian melakukan pemanggilan kepada mahasiswa dan dosen untuk mengklarifikasi dan mencari fakta dan bukti terkait kasus tersebut.

Berdasarkan rapat, konsultasi dan verifikasi lapangan di atas, pimpinan fakultas menyimpulkan bahwa Dosen FEBI dalam memberikan nilai akhir mata kuliah kepada mahasiswa sudah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan evaluasi pembelajaran yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, sehingga dijamin objektif dan tidak diskriminatif. Oleh karena itu, Dekan FEBI telah memfasilitasi keinginan mahasiswa yang tidak puas tersebut untuk menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada dosen serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah dilakukannya.

Klarifikasi yang disampaikan Dekan FEBI ini bertujuan untuk membersihkan nama baik dosen dan juga memberikan pembelajaran kepada mahasiswa agar berhati-hati menyampaikan pendapat yang sifatnya masih asumsi melalui media sosial karena dampaknya sangat luas.

Dalam penyampaian klarifikasi ini, Muhammad Kamal Zubair selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menghimbau kepada mahasiswa agar menyelesaikan masalah akademik yang dihadapinya dengan berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak fakultas, seperti dosen mata kuliah, Penasehat Akademik (PA), Ketua Program Studi, Wakil Dekan atau pun Dekan. “Jangan justru disebar ke luar atau pun berkeluh kesah di media sosial karena, itu tidak membantu menyelesaikan masalah,”  demikian ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *