IAIN Parepare akan Mengawali KPM Nusantara pada Masyarakat Terpinggir, Terluar dan Terisolasi di Labuan Beropa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

IAIN Parepare akan Mengawali KPM Nusantara pada Masyarakat Terpinggir, Terluar dan Terisolasi di Labuan Beropa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Humas IAIN Parepare — Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN ) Parepare dan Tim Pelaksana melakukan kunjungan ke Kendari untuk melakukan Studi Kelayakan kuliah pengabdian masyarakat (KPM ) Nusantara.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengobservasi dan selanjutnya akan menetapkan kelayakan lokasi KPM Nusantara untuk tahun 2020 , Minggu (15/12/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Konawe Selatan, salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara ini merupakan bagian dari pengamalan salah satu tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat yang salah satu bentuk kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Nusantara, yang dulunya dikenal dengan nama Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sebelumnya, IAIN Parepare telah melakukan Studi kelayakan pada beberapa wilayah Pada Desember ini, hasil telaah wilayah pada lokasi kunjungan kali ini ditemukan sedikitnya terdapat di desa tersebut memiliki 1 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah pertama (satu atap) dinilai layak untuk mendapatkan kesempatan dijadikan lokasi studi kelayakan KPM Nusantara.

Kegiatan ini fokus pada pemetaan potensi pada lokasi yang dikhususkan pada masyarakat nelayan di Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, Kab.Konawe Selatan. Desa ini masuk kategori wilayah terpinggir,terluar dan terisolasi mengingat desa ini berada dipesisir dan akses yg dapat ditempuh ke desa tersebut untuk sementara hanya bisa lewat jalur laut, dengan menggunakan perahu bermotor. Listrik yang digunakan hanya mengandalkan listrik tenaga surya.

Tim Pelaksana Tugas Studi Kelayakan melakukan interview yang mendalam kepada aparat pemerintah desa, kepala sekolah, guru, ketua karang taruna, imam, muadzin dan masyarakat lainnya di desa Labuan Beropa dengan instrumen observasi dan wawancara meliputi; Data keagamaan, data potensi desa, data kependudukan, data pemerintahan desa, data sosial dan kemasyarakatan, data konflik dan mitigasi bencana dan data ekonomi.

Keseluruhan data yang diperoleh akan menjadi acuan dalam memilih dan memilah lokasi tersebut untuk menetapakan kategori layak/dipertimbangkan/tidak layak.

Dalam kegiatan ini, Tim menemukan beberapa data yang sesuai dengan standar kelayakan suatu lokasi untuk dijadikan Lokasi KPM Nusantara. Diantaranya pernyataan Rektor IAIN Parepare ketika berdialog langsung dengan kepala Desa, Abdul Latif dan sejumlah warga. tentang tanggapan masyarakat terkait rencana pelaksanaan Kegiatan KPM Nusantara dilokasi tersebut.

Setelah melakukan interview dan mengevaluasi serta menelaah hasil data yang diperoleh tim pelaksana studi kelayakan KPM di lokasi, Rektor menilai daerah ini layak untuk dijadikan lokasi KPM Nusantara.

“saya anggap daerah ini bisa dikatakan layak untuk dijadikan wilayah KPM nusantara, bahkan daerah ini jika dikelola dan dikembangkan dengan baik dapat menjadi salah satu destinasi desa wisata. Satu yang unik dari desa ini, karena desa ini belum pernah tersentuh dari perguruan tinggi manapun, desa ini kita akan mengawali kegiatan KPM Nusantara kita, sehingga perguruan tinggi kitalah yang akan menjadi yang Perguruan Tinggi pertama yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di tempat ini”.

Hal ini disambut baik oleh Kepala Desa Labuan Beropa, “saya kira masyarakat akan sangat bersyukur, setelah beberapa tahun Desa ini belum pernah ada yang melakukan kegiatan KKN di tempat ini, dan kegiatan ini sangat positif bagi masyarakat.

Wakil Rektor 1 IAIN Parepare, Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag. mengatakan “Desa ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, antara lain; kebun jangka panjang seperti jambu mete dan pala”. Desa ini juga memerlukan perhatian dan sentuhan dari aspek kesehatan “sampah plastik dan lain lainnya banyak terlihat di sekitar pantai sehingga Pembersihan pantai dari sampah dapat dijadikan sasaran program kerja, dan masih kurangnya masyarakat menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan mereka terdapat beberapa tempat yang tidak memiliki MCK yang baik, ini dapat dilihat dari reaksi kebingungan mastarakat ketika dimintai tolong untuk numpang memanfaatkan toilet yang ada di rumah masyarakat ditambah pula sangat terbatasnya air bersih, ini rentan akan terserang beberapa jenis penyalit dilingkungan mereka, untuk itu kita akan mencoba bekerjasama dengan SKPD setempat khususnya pada kegiatan pendampingan kesehatan”

Hal ini sejalan dengan data pemerintahan desa yang menunjukkan tidak adanya tenaga kesehatan yang menetap/ditempatkan didesa tersebut.

Selain itu, Wakil Dekan 1 Fakultas syariah dan hukum Islam, Budiman, MHI yang bertugas mencari data keagamaan menuturkan: “Berdasarkan hasil wawancara diperlukan pembinaan kepada masyarakat khususnya pembelajaran Iqra, karena selama ini masyarakat hanya diajarkan sampai sebatas paham dan menyambung, tapi masih kurang dalam hal pengucapan huruf hijaiyyah. “Saya kira ini harus menjadi perhatian, sehingga saat selesai Iqra mereka tidak lagi di bina pengucapan huruf-huruf hijaiyyahnya lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, An Ras Try Astuti, ME mengatakan “Kegiatan KPM Nusantara sudah sejalan dengan Program Nasional yang mendukung peningkatan Akreditasi Lembaga”. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memeroleh pembelajaran dalam berinteraksi dengan masyarakat dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan pemberdayaan potensi desa menuju kemandirian ekonomi.

Adapun Tim Pelaksana Studi Kelayakan KPM yang dilaksanakan mulai tanggal 14-17 Desember adalah Dr.Ahmad Sultra Rustan, M.Si (Rektor IAIN Parepare), Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag (Wakil Rektor 1), Dr. H. Sudirman L ,MH( Wakil Rektor 2), Dr. Hj, Muliati, M.Ag (Ketua LPPM), Dr. Herdah, M.Pd (Ketua LPM), Dr. H. Saepudin, M.Ag (Dekan Fakultas Tarbiyah), Budiman, MHI (Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah dan Hukum Islam), Muhammad Ahsan, M.Sos.I (Sekretaris LPPM), An Ras Try Astuti, ME (Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat) dan Indrawansyah (Staff administrasi).

Sumber : An Ras Try Asuti
Editor : Suherman Syach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *