Merespon Pendemi Covid-19 : Dakwah Digital dalam Upaya Membangun Ukhuwah untuk  Bangsa yang Kuat

Merespon Pendemi Covid-19 : Dakwah Digital dalam Upaya Membangun Ukhuwah untuk Bangsa yang Kuat

Oleh : Wahyuddin (Mahasiswa Komunikasi Penyiaran  Islam IAIN Parepare)

OPINI–– Dakwah hingga saat ini dipahami sebagai kebutuhan untuk melakukan proses internalisasi, transmisi, transformasi, bahkan difusi ajaran Islam dalam mengarungi kehidupan  bermasyarakat (Zaini, 2013). Sebagai sebuah kebutuhan bagi manusia, maka dakwah tentu senantiasa dihadapkan pada problematika perkembangan dan kemajuan zaman, tak terkecuali pada masa kini. Kita diperhadapkan pada sebuah situasi dan kondisi wabah pandemi covid-19 yang mengharuskan agar kita dapat berpikir kreatif dan inovatif dalam upaya menyampaikan pesan-pesan dan nilai-nilai ajaran agama melalui digitalisasi dakwah.

Hadirnya wabah pandemi covid-19 sampai saat ini, membatasi  seluruh kegiatan dan aktivitas manusia secara langsung, termasuk proses penyampaian pesan dakwah. Awalnya, dakwah dilakukan melalui tatap muka (Face to face) tapi dengan kecanggihan teknologi mengubah proses dakwah. Teknologi ini memberikan ruang gerak dakwah menjadi lebih mudah dan fleksibel untuk dilakukan.

Digitaliasi hadir sebagai bagian penting untuk memberikan kemudahan dalam menyajikan pesan dakwah kepada umat manusia. Hal ini menjadi tantangan bagi manusia untuk berpikir yang lebih inovatif. Proses terjadinya digitalisasi, teknologi dan informasi merupakan momentum dan kesempatan penting bagi umat manusia untuk memanfaatkan segala bentuk perkembagan zaman di dunia digital, termasuk dalam proses melakukan kegiatan berdakwah melalui media digital (Fahruddin, 2021)

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi serta media sosial, baik dalam bentuk komunikasi maupun pemberian infromasi secara langsung, maka hal tersebut dapat dijadikan sebuah tujuan/pilihan bagi manusia (da’i) dalam menyebarluaskan dakwah di masa pandemi. Seharusnya, pandemi bukan menjadi alasan untuk membatasi kita dalam membangun ruang gerak demi menciptakan hal-hal yang bersifat inovatif termasuk dalam melakukan kegiatan dakwah.

Keberadaan media digital di masa saat ini memegang peranan penting dalam upaya penguatan ukhuwah dan mempererat persaudaraan sesama umat manusia. Tentu dengan secara sistematis dan intens mengalakkan dakwah digital, penguatan jangkauan dakwah, pemanfaatan teknologi informasi serta metode dakwah. Sehingga akan mengukuhkan eksistensi dakwah demi menjawab tantangan dan problematika dan ikhtiar membangun bangsa, negara dan masyarakat yang kuat.

Pandemi Covid -19 yang melanda hampir di seluruh negara yang ada di dunia telah menyebabkan berbagai problem yang sampai saat ini menimbulkan berbagai permasalahan di kalangan masyarakat, tak terkecuali Indonesia. Covid-19 sejak ditetapkannya sebagai pandemi oleh  WHO (World Health Organization) pada tanggal 9 Maret 2020 menandakan bahwa penyakit atau virus ini telah menyebar secara luas di seluruh dunia.

Proses digitalisasi media memegang peranan penting dalam langkah perkembangan dan pertumbuhan kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri bahwa proses digitalisasi saat ini menjadi hal yang paling fundamental dan penting untuk dijaga dan dirawat termasuk dalam proses berdakwah. Terlebih di masa Pandemi covid-19 seperti sekarang ini, kita dituntut untuk tetap saling memberikan dukungan, semangat, dan solidaritas serta mempererat tali persaudaran antara sesama umat manusia. Maka merespons hal tersebut konsep ukhuwah penting untuk ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat.

Ukhuwah dalam bahasa Arab berasal dari kata “Akha”, yang Melahirkan kata selanjutnya yakni, “al-akh”, “akhu”. Dimana pada dasarnya berarti “memberikan sebuah perhatian”. Kemudian berkembang artinya menjadi “sahabat atau teman”, “bagaimanapun kondisinya ia selalu bersama dan saling memahami satu sama lainnya. Dari makna dasar “memperhatikan” ini bahwa setiap insan yang bersaudara harus untuk selalu memberi perhatian yang baik antar sesama.  

Imam Hasan Al-Banna rahimahumullah memberikan pendapatnya bahwa secara terminologi atau istilah ukhuwah dimaknai yaitu, mengikatnya hati-hati dan jiwa-jiwa dengan ikatan akidah, yang merupakan ikatan yang paling kukuh dan paling bernilai harganya. Dalam bahasa sederhana beliau mengatakan bahwa ukhuwah adalah saudara seiman. Pendefinisian ukhuwah juga diungkapkan oleh KH. Ali Karar Shinhaji bahwa ukhuwah adalah suatu jalinan persaudaraan atau ikatan persaudaraan.

Dari beberapa definisi tentang ukhuwah di atas penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa ukhuwah adalah suatu bentuk persaudaraan yang dijalin atas dasar keyakinan dan keimanan bahwa setiap manusia harus saling mengingatkan sesamanya.

Perlu diketahui bahwa implementasi ukhuwah sekarang ini secara relitas sosial mengalami penurunan dikarenakan dampak pandemi covid-19. Setiap kegiatan yang ingin dilakukan dibatasi dari adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah untuk melarang perkumpulan. Kebijakan seperti PSBB hingga PPKM hadir demi memutus mata rantai penyebaran covid-19. Akibatnya, ukhuwah atau persaudaraan sesama umat manusia saat ini semakin berkurang. Maka atas dasar itulah, ukhuwah menjadi hal yang mesti dikedepankan demi menjaga dan menghadirkan silaturahim.

Sehingga dengan komitmen ukhuwah, hal tersebut dapat memberikan dan membangkitkan semangat dan menghadirkan manusia-manusia yang tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hadirnya media digital telah memberi kemudahan akses dan peluang kepada manusia untuk saling berinteraksi melalui dunia maya. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital sebagai sarana atau media dalam menyampaikan pesan dakwah sangat penting. Dakwah sangat penting dilakukan melalui media digital sebagai salah satu perantara dalam menjaga dan merawat ukhuwah sekaligus tetap menghadirkan eksistensi dakwah di masa pandemi saat ini.

Hal ini menjadi ajang pembuktian bahwa bangsa Indonesia memiliki persaudaraan yang kuat (ukhuwah). Baik itu persaudaraan antara sesama muslim, sebangsa dan setanah air, maupun sesama manusia. Sinergitas dari masyarakat diharapkan untuk tetap membangun ukhuwah  demi melahirkan individu-individu yang tangguh dalam menghadapi merebaknya  Covid 19.

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *