Opini: Merawat Passion, Mengikat Ilmu?

Opini: Merawat Passion, Mengikat Ilmu?

Keempat: membaca ngemil, tidak diartikan membaca sambil ngemil, tapi membaca yang dilakukan seperti gaya ngemil (mengomsumsi makanan di luar waktu regular), jadi membaca setiap waktu dan di manapun di luar jadwal regular belajar kita.

Kelima: membaca dilakukan dengan kritis diartikan, membaca tidak satu buku untuk satu bidang ilmu dan topik dan bidang ilmu, tapi mencari padanan dari buku atau topik, bidang ilmu yang relevan.

Keenam: menguasai metode membaca yang tepat untuk efisiensi dan efektifitas kegiatan baca yang kita lakoni.

Ketujuh: menuliskannya, membaca yang berfedah adalah membaca kemudian menuliskannya, menceritakannya, mengajarkannya bahkan sampai mendakwahkan.

Pengahambat kemauan membaca

Kemalasan membaca yang masif ini disebabkan karena salah satunya mental blocking, punya kesan tidak menarik dan kurang bermanfaat terhadap membaca, yang mengakibatkan seseorang antipati atau tidak suka terhadap membaca, beberapa hal ini tidak pernah lepas sebagai kontributor, penyumbang masalah terhadap kemalasan membaca, ada beberapa faktor kemalasan membaca diantaranya:
• Sistem pembelajaran yang diterima di lembaga pendidikan Indonesia sampai pada jenjang perguruan tinggi belum berorientasi dan mewajibkan untuk membaca buku selain buku yang memuat materi pelajaran.

• Banyaknya hiburan yang diberikan oleh program tv dan barang elektronik lainnya seperti gadget meskipun ada beberapa alibi mengatakan bahwa melalui gadget dapat meningkatkan minat baca, tapi fakta mengatakan seseorang tidak bisa intens berkesinambungan menggunakan gadget untuk membaca.

• Banyaknya tempat hiburan untuk ngumpul menghabiskan waktu seperti mall, tempat karaoke, warkop dantempat ngumpul lainnya yang menyita waktu mereka untuk membaca.

• Masih mahalnya harga buku dan kurangnya buku yang menarik untuk dibaca, adalah hal yang perlu dievaluasi oleh para penulis dan penerbit untuk memberi suguhan bacaan yang dikemas dalam tulisan gambar, warna desain kertas yang bisa melampaui invasi, serangan pesona gadget yang tidak bisa dihindari.

• Adanya budaya ngobrol sebagai local wisdom, kearifan lokal yang diwariskan turun temurun masyarakat Indonesia pada umumnya yang menyita waktu membaca.

• Ruang pada setiap rumah keluarga yang tidak didesain untuk perpustakaan mini yang bisa menghadirkan kenyamanan dan menghabiskan waktu lama untuk menikmati buku bacaan

Bersama tulisan sederhana ini mari boomingkan literasi membaca di tengah disrupsi digital.

Pages: 1 2

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *