Pengabdian ke Ulu Saddang, Prodi Tadris IPS Gagas Pengolahan Limbah

Pengabdian ke Ulu Saddang, Prodi Tadris IPS Gagas Pengolahan Limbah

Humas IAIN Parepare- Rabu-Senin (08-13/09/2021) Mahasiswa Prodi Tadris IPS melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Ulu Saddang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Pengabdian ini dilaksanakan dengan mengusung tema “Membangun Kreativitas Masyarakat Menuju Kesejahteraan Desa”.

Kondisi masyarakat Desa Ulu Saddang yang didominasi oleh anak-anak usia 6-12 tahun menjadi objek kegiatan pengabdian dengan memberikan pelatihan mengolah limbah yang ada di lingkungannya. Anak-anak diajarkan untuk mengolah kardus bekas menjadi bingkai yang dipadupadankan dengan ranting dan daun kering sebagai hiasan, untuk menambah nilai keindahannya. Selain mengasah kreativitas anak-anak, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan alam.

Dr. Ahdar selaku ketua prodi tadris IPS dan sekaligus penanggungjawab kegiatan sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa yang didampingi Dosen ” Saya mengapresiasi kegiatan pengabdian yg dilakukan oleh mahasiswa bersama dengan dosen karena proker yang dikerjakan bermanfaat bagi masyarakat & lingkungannya. Antusias masyarakat terhadap kedatangan mahasiswa melaksanakan pengabdian juga terlihat dari tingkah laku anak2 yang senantiasa berkerumun di posko untuk mendapatkan ilmu dari mahasiswa” Ungkapnya

Program kerja mahasiswa untuk melaksanakan pelatihan pengolahan limbah disambut baik oleh perangkat desa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap proker tersebut. Asparuddin, S. Hi. Selaku Kepala Desa melibatkan mahasiswa pada kegiatan penghijauan di kawasan wisata Pasir Hijau Salimbongan untuk menanam alpukat sebagai cenderamata wisatawan.

Kegiatan pengabdian juga dilakukan dengan mengadakan pembinaan terhadap bacaan Al-Qur’an anak-anak. Hal ini dilakukan karena jumlah anak-anak yang banyak tidak sebanding dengan jumlah guru mengaji. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Tadris IPS disambut hangat oleh masyarakat karena anak-anak sangat antusias untuk mengikuti berbagai kegiatan. Salah satunya pada kegiatan permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok dengan tujuan untuk mengasah kekompakan dan ketepatan mereka dalam menyelesaikan tantangan permainan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Asparuddin mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Tadris IPS sangat memotivasi anak-anak untuk semangat belajar, “Saya berharap mahasiswa bisa kembali dilakukan kegiatan pengabdian dengan durasi yang lebih panjang minimal satu bulan agar pendampingan yang diberikan lebih maksimal,” tutupnya. (Ars/Mif)

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *