Kepala Balitbang Kemenag Makassar Bawakan Materi Moderasi Beragama dalam Pembekalan KPM

Kepala Balitbang Kemenag Makassar Bawakan Materi Moderasi Beragama dalam Pembekalan KPM

IAIN PAREPARE —- Peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat dibekali pemahaman tentang moderasi beragama dengan mengundang pemateri Kepala Balitbang Kemenag Makassar Saprillah, S. Ag., M.Si, Minggu (15/3/2020) di gedung serbaguna IAIN Parepare.

Paparan materi tentang Moderasi Beragama yang disampaikan Saprillah dipandu Koordinator KPM Dr. Siti Jamilah Amin. Saprillah memulai materinya dengan menjelaskan tantangan keagamaan kontemporer. “Permasalahan keagamaan dewasa ini adalah fakta sosial yang menunjukkan adanya kelompok kecil yang menggunakan ajaran agama untuk melakukan tindakan kekerasan, munculnya gejalanya intoleransi beragama, dan adanya kelompok sosial yang berpotensi mengubah sistem bernegara,” ungkapnya.

“Adanya permasalahan-permasalahan keagamaan saat ini, sehingga diperlukan adanya pemahaman moderasi beragama,” tambahnya.

Dalam paparan materinya, Saprillah menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah mencoba men’dialog’kan. “Moderasi tidak memegang ketat suatu pendapat dan juga tidak kehilangan pendapat dan bersedia menerima kebenaran. Moderasi adalah pendapat saya benar, tapi mengandung kesalahan dan pendapat saya salah tapi mengandung kebenaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pemateri menerangkan sikap yang diperlukan dalam moderasi beragama, diantaranya harus punya pendapat pegangan keagamaan, berkarakter moderat, open minded, dan perspektif kemanusiaan.

Materi disajikan dengan sangat menarik, penuh semangat dan membuat peserta antusias mendengar dan menyimak.

Terakhir, Saprillah menutup materinya dengan memberikan kesimpulan.
“Di setiap tempat ada nalarnya dan di setiap nalar ada tempatnya.
Moderasi tidak memegang ketat suatu pendapat dan juga tidak kehilangan pendapat. Moderasi berarti bersedia menerima kebenaran orang lain,” tutupnya dan diikuti gemuruh tepuk tangan dari peserta KPM yang menyimak materi dengan seksama.

Penulis: Andi Aras

Editor: Mifda Hilmiyah

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *