Restu, Mahasiswa KPI Kaya Prestasi dan Pantang Menyerah

Restu, Mahasiswa KPI Kaya Prestasi dan Pantang Menyerah

Sosok Inspirasi—- “Logikanya, hari ini kita lulus itu karena kemarin kita belajar sungguh-sungguh disertai doa”.
Kalimat itulah yang terungkap dari Muhammad Restu Singgih, salah satu mahasiswa Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare.

Setelah berhasil dinyatakan lolos menjadi salah satu peserta program beasiswa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3 in 1 JITU Kreasi Utama bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI).

Diklat 3 in 1 merupakan salah satu program dari Balai Diklat Industri Denpasar dengan lingkup pelayanan nasional dan berbasis kompetensi dengan spesialisasi di bidang industri kreatif, khususnya animasi, kerajinan dan barang seni.

Sempat gagal tahun lalu, Restu sapaan akrabnya tidak membuatnya putus asa untuk mencoba. Awal tahun 2020, Restu kembali mendaftar dengan mengirimkan portofolio dengan fokus kelas 3 Dimensi (3D) Layout Animasi.
“Memang Diklat ini yang dari dari dulu saya inginkan, karena betul-betul kita diajar dari awal sampai bisa dan juga instrukturnya itu orang yang berpengalaman dan mempunyai ilmu yang hebat, khususnya di bidang 3D,” ungkapnya.

Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar ini menggunakan skema 3 in 1 yang terdiri dari pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja. Dikutip dari laman resmi bdidenpasar.kemenperin.go.id, BDI memiliki beberapa fungsi, diantaranya pelaksanaan diklat berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Perencanaan diklat bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Industri yg berbasis spesialisasi & komptensi, uji kompetensi, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja, identifikasi kebutuhan kompetensi SDM, inkubator bisnis, kerjasama dan pengembangan program diklat, dan melakukan valuasi serta pelaporan kegiatan diklat serta tata usaha.

Restu yang telah menyelesaikan Diklat tersebut mengaku mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman baru.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan saya sangat berterima kasih kepada Kementerian perindustrian, balai diklat industri Denpasar dan Jitu Kreasi Utama yang dimana telah memberikan fasilitas belajar yang baik,” ungkap Restu yang punya hobi travelling, making content, dan baca buku pengembangan diri. Hal ini sesuai dengan kurikulum program studi KPI yang lebih banyak menuntut mahasiswa agar berkarya.

Mahasiswa KPI dan alumni Multimedia SMKN 1 Parepare ini, lahir di kota Parepare, 25 april 1997. Berbagai prestasi pernah diraihnya seperti dinobatkan sebagai Duta Wisata Pendidikan kota Parepare dan Runners up 2, duta marketing PIB (Pasar Induk Bulog) Parepare.

Selain itu, ia juga telah berhasil mendapatkan sertifikat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang dilaksanakan oleh Kominfo Makassar dengan dua cluster yang berbeda, yakni Junior digital arts (2017) dan graphic design (2018).

Ikut dalam Penyambutan Mantan Presiden ketiga RI, Bj. Habibie (tahun 2017)

Sepulang dari Diklat, Restu juga turut membantu mahasiswa KPI lainnya dalam pembuatan profil Desa Langda kabupaten Enrekang. Mahasiswa yang juga aktif di Youtube ini mengaku ingin menjadi pengusaha.
“Mau jadi pegusaha di bidang multimedia, supaya bisa membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya saat diwawancarai via watssapp, Sabtu (04/04).

Ditengah pandemik Covid-19 ini, Restu mengungkapkan sedang sibuk mengerjakan berbagai desain dan tugas akhir kampus. (hyn/nh)

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *