Weekend, Prodi Tadris IPS Belajar di Museum Lapawawoi

Weekend, Prodi Tadris IPS Belajar di Museum Lapawawoi

Humas IAIN Parepare- Prodi Tadris IPS Belajar di Museum Lapawawoi, Sabtu (18/9/2021). Kegiatan tersebut dihadiri 13 orang mahasiswa Prodi Tadris IPS yang terdiri dari angkatan 2018 sebanyak 7 orang dan angkatan 2019 sebanyak 6 orang. Mereka melaksanakan kegiatan penelitian lapangan di Museum Lapawawoi didampingi oleh 4 orang dosen Prodi Tadris IPS.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait dengan kegiatan mobilitas sosial kaum arung di Kabupaten Bone. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mendokumentasikan informasi dari narasumber, akan tetapi mereka juga diarahkan untuk mendokumentasikan benda cagar budaya dalam museum sebagai bukti aktivitas mobilitas sosial kaum arung.

Informan yang memberikan informasi terkait dengan aktivitas mobilitas sosial kaum arung di Museum Lapawawoi adalah seorang pemuda berumur 21 tahun bernama Saktiawan. Beliau memiliki wawasan kebudayaan tentang Bone. Kurang lebih 2 jam beliau meladeni pertanyaan mahasiswa yang silih berganti di ruang perjamuan museum Lapawawoi.

Meskipun Saktiawan tidak berdarah Bone, ia memiliki rasa penasaran dan ketertarikan terhadap budaya di Bone. Hal tersebut memotivasinya untuk menggeluti kebudayaan daerah tersebut. Bahkan saat dikonfimasi oleh seorang dosen pendamping terkait dengan latar belakang pendidikannya, ternyata Saktiawan bukan dari Jurusan Antropologi ataupun Sejarah, beliau dari Jurusan Hukum.

“Kami bersyukur dijamu langsung oleh Saktiawan karena beliau mengispirasi mahasiswa Prodi Tadris IPS untuk bisa mecintai budaya di tengah maraknya generasi muda yang justru malah lebih mengenal budaya asing daripada budayanya sendiri,” ungkap Ketua Prodi Tadris IPS.

Di akhir diskusi, Saktiawan menyampaikan kepada mahasiswa Prodi Tadris IPS bahwa jika bukan generasi muda yang melestarikan budaya, maka budaya akan tergerus oleh gempuran budaya asing dan menghilangkan identitas daerah. Pemuda seharusnya menjadi garda terdepan dalam merawat warisan budaya agar kelak budaya diwariskan secara turun temurun. (Ars/Tin)

Berawal dari Belajar, Berakhir dengan Amal (@hayanaaa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *