Skip ke Konten

Dosen Jurnalistik Islam Dorong Masyarakat Cerdas Menggunakan Media Digital

29 Agustus, 2025 oleh
Dosen Jurnalistik Islam Dorong Masyarakat Cerdas Menggunakan Media Digital
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare – Dosen Jurnalistik Islam, Mifda  Hilmiyah menjadi narasumber  pada Seminar  Literasi Digital dengan tema “Cerdas Menggunakan Media Digital di Era Sekarang”. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kelurahan Bumi Harapan, Kota Parepare dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari  mahasiswa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, hingga perwakilan komunitas lokal, Jumat (29/08/2025)



Acara ini dibuka dengan sambutan dari panitia yang  menekankan pentingnya literasi digital di era modern. Menurut ketua panitia Adi Darmansyah Wahid, pemanfaatan media digital kini sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari. “Media digital kini bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga ruang belajar, bekerja, bahkan berbisnis. Karena itu, kita perlu bijak dalam menggunakannya agar tidak hanya konsumtif tetapi juga produktif,” ujarnya.


Dalam sesi materi, pemateri menjelaskan bahwa  perkembangan teknologi digital membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Peserta diajak untuk memahami bagaimana arus informasi yang begitu deras dapat membawa manfaat  besar, namun juga menyimpan risiko jika tidak disikapi dengan cerdas.


Akademisi dari IAIN Parepare ini menuturkan bahwa  literasi digital berarti kemampuan untuk tidak hanya mengakses informasi, tetapi juga mengevaluasi, memproduksi, dan memanfaatkannya secara kritis. “Masyarakat yang cerdas digital adalah mereka yang bisa membedakan informasi benar dan hoaks, mampu melindungi data pribadinya, sekaligus bisa menggunakan  teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan,” tutur Mifda Hilmiyah.



Selain membahas literasi digital secara umum, seminar  ini juga menyoroti isu penting terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital. Materi khusus ini dipaparkan berdasarkan data terbaru Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2024, yang menunjukkan bahwa hanya 32 persen UMKM di Indonesia yang sudah “go digital”.


Kondisi ini, menurut pemateri, menunjukkan masih banyak pelaku usaha kecil yang belum optimal memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran dan pengembangan usaha.


“Padahal, dengan digital marketing, produk dari desa terpencil pun bisa dikenal hingga ke mancanegara,” jelasnya.


Dosen Jurnalistik Islam ini juga menjelaskan bahwa digital marketing bukan sekadar menjual barang secara online. Lebih dari itu, strategi digital menekankan pentingnya membangun hubungan dengan pelanggan, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan tren pasar.




Dalam  paparannya, para pemateri memberikan sejumlah strategi praktis untuk UMKM, yaitu memanfaatkan media sosial (TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business) untuk promosi dan komunikasi, menggunakan marketplace (Shopee, Tokopedia, GoFood) guna memperluas pasar, membangun website dan blog sebagai pusat branding dan konten edukatif, serta menerapkan teknik soft selling melalui storytelling, testimoni, dan konten berbasis nilai untuk membangun loyalitas pelanggan.


“Dengan foto produk berkualitas, cerita menarik, dan  interaksi yang konsisten, UMKM kecil bisa bersaing dengan brand besar sekalipun,” ungkapnya.


Seminar ini tidak hanya membekali peserta dengan  wawasan teoretis, tetapi juga menekankan aspek praktis yang bisa langsung  diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pengembangan usaha. Beberapa peserta mengaku mendapat perspektif baru mengenai cara memanfaatkan media  digital secara positif. 



Melalui kegiatan ini, panitia berharap lahir masyarakat  yang bukan hanya melek digital, tetapi juga cerdas, kritis, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi. Pemateri menegaskan bahwa literasi digital harus menjadi budaya baru di tengah masyarakat. “Dengan kecerdasan digital, kita bisa  terhindar dari dampak negatif media digital, sekaligus mengoptimalkan manfaatnya untuk pendidikan, usaha, dan penguatan jejaring sosial,” katanya menutup sesi seminar.



Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif  yang berlangsung hangat, di mana peserta aktif berbagi pengalaman dan kendala  yang dihadapi dalam memanfaatkan media digital. Dengan semangat kebersamaan, seminar ini menegaskan kembali bahwa keberhasilan masyarakat menghadapi era digital bergantung pada kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan  berinovasi. (aen/mif)



 









di dalam Berita
Dosen Jurnalistik Islam Dorong Masyarakat Cerdas Menggunakan Media Digital
Humas IAIN Parepare 29 Agustus 2025
Arsip